Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Madina Darurat! 9 Kecamatan Dihantam Banjir, Longsor, dan Puting Beliung

Editor Satu • Kamis, 27 November 2025 | 12:30 WIB

Banjir dan material longsor menutup sejumlah ruas jalan di Madina, mengisolir desa dan memaksa ratusan warga mengungsi.
Banjir dan material longsor menutup sejumlah ruas jalan di Madina, mengisolir desa dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Ratusan KK Mengungsi, Akses Jalan Lumpuh Total

MADINA, METRODAILY — Bencana hidrometeorologi kembali menghantam Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hingga Selasa (25/11/2025) pukul 17.00 WIB, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung melanda sembilan kecamatan sekaligus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina mencatat wilayah terdampak meliputi Siabu, Huta Bargot, Panyabungan Barat, Panyabungan Selatan, Kotanopan, Ranto Baek, Batahan, Natal, dan Muara Batang Gadis.

Kepala Pelaksana BPBD Madina, Mukhsin Nasution, mengatakan bencana ini dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur Madina tanpa henti selama beberapa hari terakhir.

Baca Juga: 140 KK Mengungsi, 1 Warga Sidimpuan Hanyut Saat Mancing di Sungai Meluap

“Dampak paling parah terjadi di Kecamatan Muara Batang Gadis. Sebanyak 520 KK dari tiga desa terpaksa mengungsi akibat banjir setinggi 1 hingga 2,5 meter,” kata Mukhsin.

Ia menyebut para pengungsi saat ini masih bertahan secara mandiri di rumah keluarga maupun bangunan darurat karena akses jalan menuju lokasi banjir belum bisa dilalui.

“Pengungsian masih dilakukan secara mandiri. Akses menuju sejumlah desa belum terbuka, tim masih berkoordinasi dengan kecamatan untuk membuka jalur,” ujarnya.

Baca Juga: Pulang Berobat dari Medan, Enam Warga Rantauprapat Tewas Tertimbun Longsor di Taput

Batahan Terisolir: Ribuan Hektare Sawit Terendam

Di Kecamatan Batahan, banjir merendam ribuan hektare perkebunan sawit dan memutus akses menuju Desa Batahan III. Desa tersebut sempat terisolir, dengan 40 KK mengungsi dan 175 KK lainnya terdampak banjir.

Di Kecamatan Siabu, sekitar 40 hektare lahan padi di Desa Tangga Bosi terendam. Satu keluarga di Desa Muara Batang Angkola mengungsi setelah rumah mereka hampir roboh diterjang material kayu dan batu dari luapan sungai.

Puting Beliung Rusak MAN 2 Madina

Di Kecamatan Natal, angin puting beliung yang terjadi Selasa pukul 04.00 WIB merusak atap MAN 2 Madina dan 13 rumah warga di Kelurahan Pasar II, Pasar III, serta Desa Setia Karya.

Baca Juga: BANJIR BANDANG TAPSEL: 11 Tewas, Ratusan Rumah Hancur, Ribuan Mengungsi

Sementara itu, di Kotanopan, longsor menutup tiga titik Jalan Pagar Gunung menuju Desa Batahan, membuat jalur tersebut lumpuh total dan desa terisolir karena merupakan satu-satunya akses darat.

BPBD Madina memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana yang melanda sembilan kecamatan ini.

Mukhsin menjelaskan BPBD telah mengirim tim gabungan dan peralatan untuk percepatan penanganan, meliputi:

  • Penyiapan tempat pengungsian darurat secara gotong royong di Batahan

  • Instruksi pengungsian mandiri di wilayah dengan debit air meningkat, termasuk Natal

  • Pengiriman logistik: pangan, selimut, tenda, perlengkapan balita ke Muara Batang Gadis

  • Pengiriman alat berat untuk pembersihan material longsor di Kotanopan dan Panyabungan Selatan

  • Penempatan tenaga medis dan bidan desa di Batahan

Baca Juga: 3 HARI! Ratusan Pengendara Terjebak Banjir Setinggi Leher di Aek Sijorni–Tapsel, BBM-LPG Ikut Tertahan

Mukhsin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Segera laporkan jika terjadi kenaikan air atau tanda-tanda longsor. Pengendara juga diminta berhati-hati karena beberapa ruas jalan masih terendam atau tertutup material,” tegasnya. (ant)

Editor : Editor Satu
#banjir madina