MEDAN, METRODAILY – Sebuah video acara adat adu penganten Karo viral di media sosial setelah memperlihatkan mempelai perempuan merajuk dan meninggalkan arena usai seorang impal (pariban/sepupu silang laki-laki) tiba-tiba masuk ke tengah tarian pengantin.
Aksi spontan impal itu memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat Karo dan netizen.
Video yang beredar di TikTok, Instagram, dan Facebook itu menunjukkan impal pengantin laki-laki masuk ke arena tanpa aba-aba dan berdiri dekat mempelai perempuan ketika pasangan pengantin tengah menari.
Kejadian tersebut tampak mengacaukan momen inti tarian yang biasanya dilakukan hanya oleh kedua mempelai.
Tak lama kemudian, mempelai perempuan terlihat menunjukkan ekspresi kecewa dan memilih meninggalkan arena. Unggahan itu diberi narasi bahwa ia ngambek karena tidak setuju impal masuk ke tengah tarian.
Pro dan Kontra di Masyarakat
Insiden tersebut memicu perdebatan panjang mengenai etika impal dalam prosesi adat Karo.
Sebagian masyarakat menganggap tindakan impal sebagai hal yang sah-sah saja dan merupakan bagian dari dinamika tradisi di beberapa daerah Karo.
Namun banyak warganet lain menilai tindakan itu tidak pantas, apalagi jika sebelumnya telah disepakati oleh kedua mempelai bahwa sesi adu penganten tidak melibatkan impal.
“Kalau sudah dari awal disepakati tidak ada impal yang menari, wajar kalau pengantin perempuan marah,” tulis salah satu komentar yang ramai mendapat respons.
Ada juga warganet yang mengatakan tradisi tersebut berbeda-beda antar daerah. “Dulu di kampung kami tidak pernah ada impal masuk ke tarian penganten. Belakangan saja muncul dan sering viral,” ujar seorang pengguna Facebook.
Tak Semua Pengantin Nyaman, Usulan Aturan Baru Muncul
Banyak masyarakat menilai bahwa masuknya impal justru berpotensi mengacaukan momen pribadi kedua mempelai, termasuk mengganggu dokumentasi acara.
“Pengantin mungkin ingin mengabadikan momen menari berdua. Gara-gara impal masuk, jadi berantakan videonya,” tulis netizen lainnya.
Seiring maraknya kejadian serupa yang viral, sejumlah warganet mengusulkan agar panitia atau protokol adat memberikan pengumuman resmi sebelum sesi adu penganten dimulai—apakah impal diperbolehkan masuk atau tidak.
Tujuannya untuk mencegah polemik dan memastikan seluruh sesi adat berjalan tertib.
Sejumlah tokoh adat Karo menilai bahwa tradisi adu penganten memang mengalami variasi di berbagai daerah dan dapat berubah mengikuti zaman.
Namun mereka menekankan pentingnya menghormati kehendak kedua mempelai sebagai pihak utama dalam prosesi.
Video ini menambah daftar fenomena adat Karo yang belakangan sering viral, memunculkan diskusi publik tentang batasan tradisi, ruang privasi pengantin, serta pentingnya adaptasi adat dengan nilai-nilai modern. (Mea)