Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kekeringan Parah di Samosir, Sumur Mulai Mengering

Editor Satu • Rabu, 12 November 2025 | 15:20 WIB

 

Danau Sidihoni di perbukitan Samosir tampak surut eferk kekeringan di Kabupaten Samosir.
Danau Sidihoni di perbukitan Samosir tampak surut eferk kekeringan di Kabupaten Samosir.

SAMOSIR, METRODAILY — Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, tengah dilanda kekeringan parah sejak Oktober hingga awal November 2025.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 210 kepala keluarga (KK) di enam kecamatan terdampak krisis air bersih akibat penurunan debit sumber air dan sumur warga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan kekeringan melanda 14 desa dan satu kelurahan.

Kondisi ini dipicu oleh minimnya curah hujan selama lebih dari sebulan terakhir, yang mengakibatkan banyak sumur warga mulai mengering.

Baca Juga: AMK Minta Pemkab Humbahas Publikasikan Makalah dan Hasil Ukom 3 Pejabat

“Fenomena atmosfer dan faktor cuaca lokal yang dinamis turut memperburuk situasi di Samosir,” ujar Abdul dalam keterangan resminya, Senin (10/11).

Warga kini terpaksa mengandalkan air sumur yang debitnya semakin menurun. Sebagian bahkan harus berjalan jauh ke sumber mata air terdekat untuk mendapatkan air bersih.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah titik terdampak.

Tim gabungan juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyediakan lokasi penampungan air sementara.

Baca Juga: Eksploitasi Anak di Bawah Umur, Pemilik Kafe Galaxy Humbahas Ditangkap

“Distribusi air bersih dilakukan secara bergilir agar semua warga bisa mendapatkan akses air,” ujar Abdul.

BNPB juga mengimbau masyarakat agar lebih hemat dalam penggunaan air dan memanfaatkan sumber air secara bergantian.

Selain itu, warga diminta memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG terkait potensi hujan yang dapat membantu pemulihan kondisi di wilayah tersebut.

Hingga kini, BNPB terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan kesiapan logistik di lapangan. Pemerintah berharap hujan segera turun agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal tanpa kekhawatiran kekurangan air. (net)

Editor : Editor Satu
#Danau Sidihoni #samosir kekeringan