Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jembatan Gantung Penghubung Desa di Labura Rusak Parah, Warga Terancam

Editor Satu • Selasa, 11 November 2025 | 12:45 WIB

Jembatan gantung penghubung Desa Adian Torop dan Desa Pangkalan di Labura dalam kondisi rusak parah. Besi penopang banyak yang karatan dan putus.
Jembatan gantung penghubung Desa Adian Torop dan Desa Pangkalan di Labura dalam kondisi rusak parah. Besi penopang banyak yang karatan dan putus.

LABURA, METRODAILY – Kondisi jembatan gantung penghubung Desa Adian Torop dan Desa Pangkalan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), memprihatinkan. Jembatan sepanjang sekitar 65 meter dan lebar 2 meter yang dulunya kuat kini nyaris roboh.

Kaharuddin, Kepala Desa Adian Torop, menyebut kondisi jembatan sangat berbahaya.

“Lantai yang dulunya terbuat dari besi baja kini diganti papan, kabel penyangga yang dulu baja hanya diikat tali tambang. Besi pembatas sudah banyak yang putus,” jelas Kaharuddin, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga: Pengusaha Galian C di Aceh Tuding Wartawan Terima Rp 20 Juta, Polisi Buka Suara

Meski usulan perbaikan telah diajukan ke Pemkab Labura sejak dua tahun lalu, hingga kini tidak ada realisasi. Pihak desa pun melakukan perbaikan swadaya, namun bersifat sementara dan tidak aman.

Hasan Basri, anggota DPRD Labuhanbatu Utara, mengaku sudah memperjuangkan perbaikan jembatan selama dua tahun terakhir dan berharap pembangunan rampung pada 2026.

“Mudah-mudahan tahun depan diperbaiki. Kami dari fraksi akan berupaya memberikan yang terbaik,” kata Hasan.

Baca Juga: SMPN 1 Rantau Utara Diduga Berdiri di Lahan Warga, Ahli Waris Tuntut Ganti Rugi

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak besi penopang yang karatan dan putus, terutama di bagian bawah jembatan. Warga yang melintas harus ekstra hati-hati karena risiko keselamatan tinggi.

“Sudah pernah ada warga yang jatuh dari jembatan ini sampai mengalami cedera dan cacat. Tapi sampai sekarang belum diperbaiki pemerintah,” kata Amri Tanjung, warga setempat.
Sementara Andra, pengguna harian jembatan, menambahkan, meski desa sering melakukan perbaikan seadanya, hasilnya tidak bertahan lama.

Jembatan gantung ini merupakan satu-satunya akses vital antara dua desa. Setiap hari, ratusan warga melintas untuk beraktivitas, mulai dari mengantar anak ke sekolah hingga membawa hasil pertanian.

Baca Juga: Sepedamotor Bawa 23 Gram Sabu, Sepasang Pengedar Ditangkap di Labuhanbatu

Permasalahan ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah, agar segera menangani sarana vital yang rawan kecelakaan dan membahayakan warga. (net)

Editor : Editor Satu
#jembatan gantung rusak