TAPTENG, METRODAILY – Gelombang pasang akibat cuaca ekstrem menghantam kawasan pesisir Kelurahan Hajoran, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (20/10/2025) dini hari.
Sedikitnya 16 rumah warga yang berdiri di atas laut rusak, sementara belasan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, namun barang-barang milik warga ikut dievakuasi.
Baca Juga: Prabowo Terima Tumpukan Uang Rp13 Triliun dari Kasus Korupsi CPO
“Ada 5 rumah rusak hanya di lingkungan kami. Sebagian dapur ambruk, ada juga rumah yang miring dihantam ombak,” ujar Bahar Simanullang, warga Lingkungan IV Hajoran, Senin siang.
Ia mengatakan, fenomena tersebut merupakan puncak cuaca ekstrem yang dipicu pancaroba dan dikenal warga sebagai Musim Barat, dengan gelombang laut diperkirakan mencapai 3 meter.
Akibat kerusakan itu, sedikitnya 4 kepala keluarga (KK) di lingkungan tersebut harus mengungsi, sementara sejumlah barang dipindahkan ke rumah kerabat. Tak hanya merusak rumah, sebanyak 20 unit bagan pancang milik nelayan juga roboh dan tidak bisa beroperasi lagi.
Baca Juga: Trafik Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Siantar di Bawah 50% dari PPJT
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Bencana ini memang terjadi setiap tahun, tapi harus ada langkah antisipasi,” tambah Bahar.
Sekitar pukul 06.00 WIB, petugas BPBD dan Satpol PP Tapteng tiba di lokasi untuk membantu evakuasi serta mendata kerusakan.
Camat Pandan, Syarifullah, membenarkan bencana tersebut dan menyebut proses pendataan masih berlangsung.
“Info awal, ada 16 KK terdampak. Sejumlah warga mengungsi ke balairung. Cuaca masih mendung dan kondisi laut belum bersahabat,” ujarnya.
Baca Juga: 15 Orang Terjaring Razia Maksiat di Tanjungbalai, Satpol PP Grebek Kos & Penginapan
Hingga siang hari, petugas masih bersiaga di lokasi, sementara warga diimbau menjauhi area pantai untuk mencegah jatuhnya korban. (net)