Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Baru 4 Dapur Layani 160 Ribu Siswa di Madina, Bupati Soroti Minimnya Layanan Gizi Sekolah

Editor Satu • Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:24 WIB

 

Bupati Madina Saipullah Nasution meninjau pembagian makanan bergizi di SMP Negeri 5 Panyabungan, Selasa (14/10).
Bupati Madina Saipullah Nasution meninjau pembagian makanan bergizi di SMP Negeri 5 Panyabungan, Selasa (14/10).

MADINA, METRODAILY – Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution, menyoroti masih minimnya layanan gizi di sekolah-sekolah saat meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 5 Panyabungan, Selasa (14/10).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan proses distribusi makanan kepada siswa berjalan lancar dan sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah.

Bupati didampingi Plh Sekdakab Madina Dr. Ahmad Duroni Nasution, sejumlah kepala OPD, Pabung Kodim 0212/Tapsel, Kabag Logistik Polres Madina, serta Ketua Yayasan Sahabat Peduli Sejahtera, lembaga penyedia layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah tersebut.

“Proses pembagian makanan berjalan baik. Komposisinya juga lengkap, ada nasi, sayur, buah, protein dari telur dan tahu. Ini sudah cukup untuk kebutuhan gizi siswa,” ujar Bupati Saipullah di sela peninjauan.

Namun, Saipullah mengakui bahwa hingga saat ini baru terdapat empat SPPG di seluruh Kabupaten Madina — dan semuanya dikelola oleh pihak swasta.

Jumlah ini dianggap masih sangat terbatas untuk mencakup sekitar 160 ribu siswa yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Pekan lalu kita juga diundang ke Palembang untuk membahas pengembangan SPPG, terutama bagi daerah-daerah terpencil,” tambahnya.

Untuk memperkuat program MBG, Pemkab Madina berencana memetakan potensi bahan pangan lokal yang dapat menjadi sumber pasokan dapur gizi di setiap wilayah.

Rencana ini akan melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar penyediaan bahan makanan bisa mengandalkan hasil produksi masyarakat sendiri.

“Kita akan petakan kecamatan mana yang bisa jadi penyedia sayur, ikan, daging, atau telur. Harapannya, semua bahan baku dapur bergizi berasal dari dalam daerah,” ujar Saipullah.

Menurutnya, optimalisasi bahan pangan lokal tidak hanya memastikan keberlanjutan program MBG, tetapi juga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat dan pengendalian inflasi.

“Kalau bisa kita penuhi dari dalam, inflasi bisa ditekan, ekonomi masyarakat bergerak, lapangan kerja tercipta, dan harga bisa stabil,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Peduli Sejahtera, Fahrizal Efendi Nasution, mengapresiasi dukungan Pemkab Madina terhadap keberadaan SPPG mereka.

Ia menjelaskan, program MBG kali ini merupakan pembagian kedua setelah sebelumnya dilakukan tanpa kehadiran bupati karena agenda luar daerah.

“SPPG kami menampung kuota sekitar 4.000 penerima manfaat dengan jangkauan maksimal enam kilometer dari titik dapur,” jelas Fahrizal, yang juga mantan anggota DPRD Sumut.

Fahrizal menegaskan, pihaknya berkomitmen memenuhi seluruh standar nasional yang ditetapkan pemerintah, mulai dari kualitas bahan baku, kebersihan dapur, hingga penggunaan juru masak profesional dari luar daerah. (Ant)

Editor : Editor Satu
#Bupati Madina Saipullah Nasution #Makan Bergisi Gratis #gizi sekolah