MADINA, METRODAILY – Penggunaan anggaran tahun 2024–2025 di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini jadi sorotan publik.
Menyusul pengaduan masyarakat, Inspektorat Madina melakukan Pemeriksaan Khusus (Riksus) terhadap dinas tersebut.
Kepala Inspektorat Madina, Rahmad Daulay, membenarkan proses Riksus sudah berjalan sejak akhir Agustus 2025.
Baca Juga: Kunjungi Palas, Kapolda Sumut Tegaskan Sinergi Polri-Pemda
“Benar, kita (Inspektorat) sedang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat di Dinas Pertanian atas pengaduan masyarakat yang masuk,” kata Rahmad Daulay, Rabu (17/9/2025).
Namun, Rahmad enggan merinci item anggaran yang sedang diperiksa. Ia menegaskan hasilnya akan diumumkan setelah proses ekspose.
“Nanti akan kita sampaikan hasilnya apakah pejabat yang bersangkutan bersalah atau tidak,” ujarnya.
Baca Juga: Bocah Jenius Asal Tapsel Lolos OSN Nasional, Masih Bermimpi Punya Sepeda
Di sisi lain, Rahmad mengaku mendapat ancaman dari tiga nomor misterius sejak pihaknya mulai memproses pengaduan tersebut.
“Penelpon itu menyuruh saya menjaga badan agar tetap sehat. Tapi saya tidak gentar. Saya dan tim akan tetap tegak lurus dalam melakukan pemeriksaan ini,” tegas Rahmad.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan Inspektorat Madina menyoroti persoalan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penggunaan anggaran lain yang diperuntukkan bagi petani, namun diduga disalahgunakan.
Baca Juga: Dokter Spesialis RSUD Kotapinang Mogok Kerja, Tuntut Remunerasi Setahun Tak Dibayar
Tak hanya itu, program cetak sawah tahun anggaran 2010–2012 yang dinilai gagal total juga kembali menjadi sorotan. Program tersebut sejatinya bagian dari ketahanan pangan nasional yang wajib dijalankan setiap daerah. (net)
Editor : Editor Satu