Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Eks-JI Resmi Bubarkan Diri, Ikrar Setia NKRI di Medan

Editor Satu • Senin, 1 September 2025 | 18:40 WIB
Para eks-pimpinan Jemaah Islamiyah (JI) resmi mendeklarasikan pembubaran organisasi dan ikrar setia ke NKRI dalam acara di Medan, Sabtu (30/8/2025).
Para eks-pimpinan Jemaah Islamiyah (JI) resmi mendeklarasikan pembubaran organisasi dan ikrar setia ke NKRI dalam acara di Medan, Sabtu (30/8/2025).

MEDAN, METRODAILY — Sejarah baru tercipta di Hotel Emerald Garden Medan, Sabtu (30/8/2025). Para mantan pimpinan dan anggota Jemaah Islamiyah (JI) resmi mendeklarasikan pembubaran organisasinya sekaligus meneguhkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Momentum bertajuk “Transformasi Ideologi Jemaah Islamiyah: Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” ini dihadiri tokoh penting, mulai dari Kakanwil Kemenag Sumut H. Ahmad Qosbi, Sekretaris MUI Sumut Prof. Dr. Asmuni, perwakilan Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Bais, Kabinda Sumut, hingga Baznas Sumut dan Kaban Kesbangpol Kota Medan.

Sejumlah eks pimpinan JI juga hadir, di antaranya Para Wijayanto, Nasir Abbas, Wiji Joko Santoso, Joko Priyono, Budi Tri Karyanto, Muh Choirul Anam, dan Askary Shinghotulhaq.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Jasa Sinaga Diperagakan di Polres Batu Bara

Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Polri Sumut, Kombes Pol Dr. Didik Novi Rahmanto, menyebut deklarasi ini sebagai simbol rekonsiliasi nasional.

“Ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi bagaimana kita bersama membangun masa depan harmonis. Saudara-saudara kita yang dulu berbeda jalan, kini kembali, bertobat, dan bertekad membangun bangsa,” ujarnya.

6 Poin Deklarasi Eks-JI

Dalam kesempatan itu, Ustaz Para Wijayanto membacakan enam poin penting deklarasi pembubaran JI, yakni:

  1. Membubarkan Al-Jamaah Al-Islamiyah dan kembali ke pangkuan NKRI.

  2. Menjamin kurikulum pendidikan bebas paham ekstremisme, berlandaskan Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

  3. Membentuk tim pengkajian kurikulum agar pesantren afiliasi sejalan dengan Islam moderat.

  4. Siap berkontribusi aktif mengisi kemerdekaan Indonesia.

  5. Taat hukum yang berlaku di NKRI.

  6. Segala kesepakatan dibicarakan bersama negara melalui Densus 88 Antiteror Polri.

Baca Juga: Secangkir Kopi Dingin Satukan Polisi, Mahasiswa, dan Ojol di Medan di Tengah Aksi Unjuk Rasa

Dalam tausiyahnya, Para Wijayanto mengutip QS. Al-Baqarah: 143 tentang ummatan wasathan (umat pertengahan).

“Jalan wasathiyah adalah menjaga aqidah, menegakkan ibadah, sekaligus menebar rahmat dan kedamaian. Inilah Islam sejati: rahmat bagi seluruh alam,” tegasnya.

Acara ditutup dengan ajakan memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan. Para eks-pimpinan JI diharapkan menjadi teladan bahwa perubahan selalu mungkin, dan Indonesia adalah rumah besar yang harus dijaga bersama. (rel/sya)

Editor : Editor Satu
#jamaah islamiyah