Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Simalungun Ngebut Turunkan Angka Stunting, Target 12 Persen dalam Setahun

Editor Satu • Senin, 25 Agustus 2025 | 12:05 WIB

 

 

Rapat Aksi Konvergensi TP3S Kabupaten Simalungun, Kamis (21/8)
Rapat Aksi Konvergensi TP3S Kabupaten Simalungun, Kamis (21/8)

SIMALUNGUN, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menargetkan angka prevalensi stunting turun drastis pada tahun 2025. Dari angka 26 persen di tahun 2024, ditargetkan hanya tinggal 14 persen.

Artinya, diperlukan penurunan hingga 12 persen dalam setahun untuk mencapai target tersebut.

Hal itu terungkap dalam Rapat Pelaksanaan Aksi Konvergensi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Kamis (21/8).

Baca Juga: Hendriyanto Sitorus Resmi Bergabung Jadi Keluarga Besar IPK Sumut

Rapat dibuka oleh Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih yang diwakili Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga.

Dalam sambutannya, Benny menyampaikan pesan tertulis dari Bupati Anton mengenai pentingnya upaya penanggulangan stunting sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Stunting masih menjadi tantangan serius di Indonesia karena berdampak langsung pada kualitas generasi masa depan. Pemerintah telah menetapkan target penurunan stunting nasional menjadi 14,4 persen pada tahun 2026 dan 5 persen pada tahun 2045, sesuai RPJMN 2025–2045," kata Benny.

Baca Juga: UNA Gelar Gathering 2025 di Sibolangit, Penuh Kebersamaan dan Semangat Kemerdekaan

Secara nasional, angka stunting menurun 9 persen dalam lima tahun terakhir, dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 21,6 persen pada 2023.

Namun, di Kabupaten Simalungun prevalensi stunting masih 26 persen pada 2024. Pemkab menargetkan 14 persen di tahun 2025, yang berarti butuh percepatan penurunan sebesar 12 persen.

“Berdasarkan data, terdapat 24.560 keluarga berisiko stunting di 32 kecamatan Kabupaten Simalungun. Ini tugas besar yang memerlukan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor,” jelas Benny.

Baca Juga: Transaksi Narkoba Diduga Marak di Labuhanbatu, Warga: Ada Paket Rp30 Ribu untuk Pelajar

Benny menekankan seluruh perangkat daerah harus komitmen, bekerja sungguh-sungguh, penuh semangat, dan ikhlas demi tercapainya target.

“Saya optimis, jika semua pihak serius bekerja, target 14 persen dapat kita capai tahun ini,” tegasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Pj Sekda Simalungun Albert R. Saragih, staf ahli, Asisten Administrasi Umum Akmal H Siregar, Kadis PPKB Gimrood Sinaga, Kadis Kesehatan Edwin Tony SM Simanjuntak, para camat, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Simalungun. (esa)

Editor : Editor Satu
#simalungun #stunting