Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Proyek Rabat Beton Rp997 Juta di Simalungun Tanpa Keterangan Ukuran, Warga: Kontraktornya Siapa?

Editor Satu • Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:47 WIB

Proyek rekonstruksi rabat beton senilai Rp997 juta lebih di Desa Maligas Tongah menuju Tonduhan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
Proyek rekonstruksi rabat beton senilai Rp997 juta lebih di Desa Maligas Tongah menuju Tonduhan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY — Proyek rekonstruksi rabat beton senilai Rp997 juta lebih di Desa Maligas Tongah menuju Tonduhan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, menuai sorotan tajam dari warga.

Proyek dari APBD Pemkab Simalungun tahun anggaran 2025 itu memang disambut baik karena dinilai dapat menunjang roda ekonomi. Namun, warga Dusun Jaya Parmonangan mengeluhkan tidak adanya informasi teknis yang tercantum pada papan proyek.

"Di papan plang proyek tidak tertulis panjang, lebar, atau ketebalan bangunan rabat beton. Ini yang membuat kami curiga," ujar salah seorang warga.

Baca Juga: Humbahas Jadi Lokasi Prioritas Pemetaan Lengkap 2025, Ini Langkah Bupati

Warga juga mengaku kontraktor pelaksana dari CV Rara Rape tidak pernah terlihat di lapangan. Hanya pekerja yang berada di lokasi. "Kami tanya ke tukangnya, mereka juga tidak tahu siapa pemborongnya. Ini proyek misterius," tambah warga lain.

Saat wartawan mendatangi lokasi pekerjaan pada Sabtu (26/7/2025), para pekerja mengaku hanya menjalankan perintah dan tidak mengetahui siapa pemilik proyek.

Wakil Ketua DPRD Simalungun, Bona Uli Rajagukguk, SH, saat dikonfirmasi juga menyatakan tidak tahu siapa kontraktornya. “Nanti saya coba tanya ke Dinas PU,” katanya.

Baca Juga: Perbukitan Sibolga Terbakar Hebat, Polisi Turun Tangan Padamkan Api

Sementara Anggota DPRD Jonson Sinaga menyebut nama Sembiring Impian sebagai pelaksana proyek.

Namun, saat dihubungi lewat sambungan telepon dan pesan singkat, Sembiring Impian tidak memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Warga berharap ada keterbukaan dari pihak kontraktor dan pengawas proyek agar pekerjaan ini tidak menjadi proyek siluman. “Kami hanya ingin transparansi, jangan sampai ini jadi ajang permainan anggaran,” tutup salah seorang warga. (nsi)

Editor : Editor Satu
#proyek rabat beton