TOBA, METRODAILY – Kabut asap tebal mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Toba dalam sepekan terakhir. Diduga, asap berasal dari kebakaran lahan di kawasan Bukit Barisan, tepatnya di Desa Hutagaol Peatalun, Kecamatan Balige.
Kondisi itu diperparah lagi oleh aktivitas petani yang membakar jerami usai panen.
Kondisi ini langsung mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba. Kepala BPBD, Robert Manurung, mengimbau agar praktik pembakaran jerami dihentikan segera.
Baca Juga: Tembakan Menggelegar Warnai Kejuaraan Menembak di Tapsel, Ini Para Jawara
“Ada baiknya petani tidak lagi membakar jerami. Selain menimbulkan asap, abu hasil pembakaran juga bisa mencemari udara dan mengganggu saluran pernapasan,” tegas Robert, Sabtu (28/6/2025).
Robert menyebut, saat ini empat kecamatan—Porsea, Siantar Narumonda, Uluan, dan Parmaksian—sedang memasuki panen raya padi dengan luasan mencapai puluhan ribu hektare. Jika pembakaran jerami terus dilakukan, kabut asap dikhawatirkan makin parah dan meluas.
“Jerami lebih baik dijadikan kompos atau penghangat kandang ayam. Bahkan bisa menggantikan mulsa plastik untuk tanaman cabai,” tambahnya.
Baca Juga: Kirab Meriah! Wali Kota Padangsidimpuan Lepas Konvoi Peringatan HUT KB
Di tengah musim kemarau yang rawan kebakaran, BPBD Kabupaten Toba mengajak petani dan seluruh masyarakat untuk berkontribusi menjaga kualitas udara.
“Kami harap masyarakat sadar bahwa pembakaran terbuka punya dampak serius. Ini bukan hanya soal pertanian, tapi juga soal kesehatan dan keselamatan bersama,” pungkas Robert. (net)
Editor : Editor Satu