BATUBARA, METRODAILY — Dua nelayan di Kabupaten Batubara ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi, Senin (9/6) malam.
Keduanya ditemukan dalam kondisi mengambang di sekitar perairan Jermal Pencil, dengan sampan mereka sudah dalam posisi tenggelam.
Kedua korban diketahui bernama Umar (61), warga Dusun Mandarsyah, Desa Pematang Nibung, dan M. Nasir, warga Dusun Sempurna, Desa Medang, Kecamatan Medang Deras.
Baca Juga: Cut Syifa Mantap Berhijrah, Tolak Adegan Bersentuhan di Film
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban merupakan bagian dari rombongan enam nelayan jaring gembung yang berangkat melaut pada hari yang sama. Empat nelayan lainnya dilaporkan selamat.
Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batubara, H. Safri Habni, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan keluarga korban setelah menerima informasi musibah.
“Ini musibah yang sangat kita sesalkan. Kami ikut berduka dan terus menjalin komunikasi dengan keluarga serta pihak berwenang,” ujar Safri, Selasa (10/6).
Baca Juga: Rossa Sinyalkan Siap Terjun ke Politik Demi Industri Musik
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau instansi terkait mengenai penyebab pasti kecelakaan laut tersebut. Namun cuaca buruk diduga menjadi faktor utama.
Musim angin kencang dan gelombang tinggi yang masih melanda kawasan pesisir Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir membuat para nelayan diimbau untuk lebih waspada. (net)
Editor : Editor Satu