ASAHAN, METRODAILY – Kepala Sekolah SMKN 1 Pulau Rakyat, Bahmid Effendi Pulungan, S.Pd, akhirnya buka suara terkait pembongkaran mendadak perangkat wifi sekolah yang terjadi pada Sabtu (22/3) dini hari.
Ia mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas tersebut dan baru mendapat informasi setelah dikonfirmasi oleh awak media.
"Terima kasih atas konfirmasinya, bang. Terkait informasi ini, saya selaku kepala sekolah tidak mengetahui adanya pembongkaran itu," ujar Bahmid saat dihubungi via telepon pada Minggu (24/3) sore.
Ia juga menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan perintah pembongkaran perangkat wifi yang sebelumnya terpasang di tiang triangle milik sekolah.
"Saya akan menindaklanjuti hal ini dengan memeriksa petugas jaga dan pihak yang bertanggung jawab atas peralatan tersebut," tambahnya.
Bahmid memastikan akan menindaklanjuti kejadian ini sesuai aturan yang berlaku.
"Jika ditemukan adanya penyimpangan atau tindakan kriminal, kami akan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Sebelumnya, perangkat wifi yang terdiri dari tiga unit pemancar, kabel wifi, dan router/server tiba-tiba dibongkar oleh sekelompok pekerja sekitar pukul 01.00 WIB, tanpa ada pemberitahuan resmi kepada pihak sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pembongkaran tersebut dan apa alasan di baliknya. (Deddy)
Editor : Editor Satu