HUMBAHAS, METRODAILY – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dugaan penipuan ini mencuat setelah beberapa warga melaporkan adanya perekrutan tenaga kerja palsu oleh oknum yang mengklaim terkait dengan program tersebut.
Anggota DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) dari Fraksi Gerindra, Andreas Yudhistira Simamora, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan tentang warga yang diminta membayar sejumlah uang untuk bergabung sebagai karyawan dalam program MBG. Laporan ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
“Kami telah menerima laporan dan sedang mendalami kebenarannya,” ujar Andreas, Selasa (11/2/2025).
Salah satu korban, berinisial SS, mengaku diiming-imingi pekerjaan dengan syarat membayar Rp200 ribu kepada oknum organisasi masyarakat (Ormas).
Temannya dari kecamatan lain bahkan dimintai Rp400 ribu untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai petugas program MBG.
“Saya dijanjikan pekerjaan dan gaji bulanan, tetapi setelah ditelusuri, ternyata program ini hanya dijalankan oleh pemerintah tanpa melibatkan Ormas,” ungkap SS.
Menanggapi hal ini, Andreas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai penyelenggara program MBG.
“Program ini sepenuhnya dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan mitra resmi pemerintah. Tidak ada mandat bagi Ormas untuk melaksanakan atau merekrut tenaga kerja dalam program ini,” tegasnya.
Ia juga meminta warga untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang meminta pembayaran di muka. Semua program pemerintah memiliki mekanisme resmi tanpa pungutan biaya kepada calon peserta.
“Jika ada pihak yang mengaku dapat merekrut tenaga kerja dengan imbalan gaji, masyarakat perlu melakukan verifikasi lebih lanjut agar tidak tertipu,” tambahnya.
Ketua DPC Gerindra Humbahas, Hendri Tumbur Simamora, menegaskan bahwa program MBG bukan bagian dari agenda politik atau kepentingan kelompok tertentu. Ia memastikan bahwa semua proses perekrutan tenaga kerja dilakukan secara resmi oleh BGN.
“Tidak ada kerja sama dengan Ormas dalam perekrutan tenaga kerja. Jika ada pihak yang meminta biaya untuk bergabung dalam program ini, itu adalah bentuk penipuan yang harus diwaspadai,” tegas Hendri.
Sebagai langkah pencegahan, Gerindra Humbahas membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh modus penipuan ini.
“Kami siap mengawasi pelaksanaan program ini agar tetap transparan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutup Hendri. (net)
Editor : Editor Satu