MEDAN, METRODAILY – Penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengeluh dan protes atas keterlambatan keberangkatan bus Medan-Jakarta, akibat pengisian paket durian.
Insiden ini terjadi pada Jumat (10/1) dini hari, ketika bus ALS yang seharusnya berangkat sesuai jadwal justru tertunda hingga pagi hari.
Menurut salah satu penumpang, proses pengisian paket durian dimulai sejak pukul 01.30 WIB namun hingga pagi hari belum juga selesai. Penumpang yang memprotes keterlambatan ini justru disebut "penumpang resek" oleh pihak bus dan diminta untuk lebih mengerti.
“Pengertian apa yang diberikan ALS ke kita? Seharusnya keberangkatan sesuai jadwal,” ujar seorang penumpang melalui video yang diunggah di media sosial.
Keluhan penumpang memicu reaksi beragam dari netizen. Banyak yang menyarankan agar insiden ini dilaporkan ke manajemen ALS untuk menjaga reputasi perusahaan.
“Ini harus dilaporkan ke Direktur Utama ALS di Medan melalui website atau telepon. Nama baik perusahaan harus dijaga,” kata Eri Aldi, salah satu netizen.
Sementara itu, Rizal Efendi menyarankan boikot terhadap bus ALS. “Masih banyak bus lain. Kalau begini, lebih baik ALS fokus bawa paket saja, bukan penumpang.”
Beberapa penumpang lainnya mengkritik keras pelayanan bus ALS yang sering tidak sesuai jadwal. Dan’s Lumbantoruan menegaskan, sesuai aturan, keberangkatan bus harus mengacu pada jadwal tiket.
“Pihak ALS bisa dituntut. Agen tiket harus memberikan penjelasan kepada penumpang jika ada penundaan, termasuk penyebabnya. Kalau memang karena durian, penumpang berhak mendapatkan solusi seperti ganti bus,” jelasnya.
Marulak Sinurat, salah seorang mantan penumpang, mengaku kapok menggunakan bus ALS. “Dulu perjalanan dari Medan ke Palembang lama sekali. Berangkat Jumat pagi, sampai Senin siang. Kapok naik ALS,” katanya.
Beberapa penumpang mendesak pihak manajemen ALS dan instansi terkait seperti Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) serta Dinas Perhubungan untuk segera mengambil tindakan.
“Lapor ke manajemen ALS, LPK, dan Dishub. Tuntut kerugian material dan cabut izin operasional jika perlu. Ini harus jadi pembelajaran,” ujar Dion Sihotang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen ALS belum memberikan tanggapan terkait keluhan penumpang. Keterlambatan bus akibat prioritas pengangkutan paket seperti ini dinilai mencederai kepercayaan penumpang dan bisa berdampak pada reputasi perusahaan. (Mea)
Editor : Editor Satu