TAPUT, METRODAILY - Pasar Onan Tarutung yang terletak di Kelurahan VI, Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, terbakar hingga tiga perempat dari bangunan pasar, Minggu (7/72024)sekira pukul 20.30 WIB .
Kebakaran menyebar dengan begitu cepat serta menyambar ke kios-kios lain hingga melalap ratusan kios yang rata-rata bangunannya terbuat dari kayu.
Di tengah kelimpungan, pemilik kios dan warga yang berusaha memadamkan dan mengangkat barang barang dagangan. Dilaporkan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Kendati demikian, sejauh ini pemerintah kabupaten belum dapat menginventasir kerugian material.
Informasi dihimpun dari sejumlah saksi mata termasuk dari pihak polisi, titik sumber api muncul pertama kali dari kios yang berada di tengah pasar yang diduga akibat korsleting listrik (arus pendek listrik).
Saksi atas nama Midian Situmorang (63), seorang wiraswasta yang tinggal di kawasa Pasar Onan Tarutung mengatakan, saat kejadian, dirinya sedang berada di Lapo Tuak milik Op. Silomo Silaban. Saat itu, dua orang wanita yang tidak dia dikenal melintas dari depan lapo tuak yang berada di Pasar Onan Tarutung, dan berteriak ada kebakaran di Pasar Onan Tarutung.
Ia dan warga lainnya pun bergegas ke arah yang ditunjuk dan melihat api sudah membumbung tinggi dari arah kios Bumbu Sitohang, Kios Bakmie Moses Purba dan salah satu kios yg tidak diketahui pemiliknya. Selanjutnya ia menghubungi pihak Damkar.
Setelah petugas damkar datang, mobil pemadam kebakaran sulit memasuki atau mendekati Pasar Onan Tarutung akibat sempitnya area atau blok yang ada di pasar.
Proses pemadaman api dibantu oleh 5 unit mobil Damkar (2 unit dari Tarutung, 1 unit dari Siborongborong, 1 unit dari Pangaribuan, 1 unit dari Sarulla), kemudian 1 unit mobil PDAM Mual Natio, 1 unit mobil AWC Polres Tapanuli Utara, 2 unit alat berat buldozzer, dibantu personel Polres Tapanuli Utara dan TNI serta bersama-sama dengan masyarakat.
“Kerugian sementara ditaksir mencapai miliaran Rupiah, karena di kios-kios yang terbakar tersimpan bahan kain tekstil, baju dan sepatu, serta bahan pokok,” kata Kapolres Taput AKBP, Ernis Sitinjak.
Pemerintah Kabupaten belum menginventarisir kerugian yang dialami, termasuk data data korban kebakaran.
Baca Juga: 17 Unit Rumah Terbakar di Perbatasan Sibolga-Tapteng
“Hari ini kita masih memberikan ruang kepada pihak kepolisian untuk melakukan olah TKP secara lebih mendalam. Mungkin besok akan perlahan kita bersihkan sembari melakukan inventarisasi," kata Gibson Siregar, Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Taput.
Terkait penanggulangan sementara, pedagang direncanakan akan ditempatkan berdekatan lokasi Pajak Buah.
Saat ini petugas kepolisian sudah memasang policr line di lokasi kebakaran.
Terpantau juga Ephorus HKBP Pdt. Dr Robin Butar Butar, Kadep Diakonia Pdt. Debora Purada Sinaga, MTH, Wakil Ketua DPRD Taput Fatimah Hutabarat, anggota DPRD Andre Nababan, Frido Erwin Sinaga, dan Ombun Simanjuntak sudah meninjau lokasi kebakaran. (jps)
Editor : Admin Metro Daily