"Dengan kesepakatan kedua pihak Raja Parhata (juru bicara), akhirnya denda pesta jatuh di angka Rp65 juta," kata sebuah akun yang beredar di medsos.
Tuntutan ganti rugi atas biaya yang hangus, terjadi setelah pengantin wanita, Natalia Pusuk, menolak pemberkatan nikah di di sebuah gereja HKI di Desa Siparendean, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis 30 November 2023.
Natalia yang disebut bekerja di sebuah rumah sakit, awalnya baik-baik saja saat dimake-up dan disanggul di sebuah salon. Bahkan masih sempat berfoto selfie dengan calon suaminya.
Namun saat berdiri di altar gereja untuk acara pemberkatan, pengantin perempuan Natalia menjawab: ‘Tidak!’ saat ditanya pendeta: Apakah engkau mencintai calon suamimu?
Tiga kali pendeta bertanya, tiga kali juga Natalia menjawab tidak cinta. Akhirnya, pendeta menghentikan acara pemberkatan.
Keluarga dan undangan kontan riuh dan ribut. Saling berteriak terjadi di dalam gereja.
Usai kejadian, pengantin perempuan disebut langsung pulang ke rumahnya.
Alhasil, keluarga kedua belah pihak melakukan pertemuan. Dipimpin Raja Parhata masing-masing pihak, keluarga sepakat menyelesaikan masalah tersebut hari itu juga.
Awalnya, keluarga pihak laki-laki menuntut ganti rugi sebesar Rp104.450.000.
Namun setelah terjadi tawar menawar, akhirnya ganti rugi disepakati di angka Rp 65 juta.
Kasus pernikahan gagal di altar gereja ini viral di media sosial, setelah video pesta pernikahan yang gagal antara Natalia Pusuk dengan Sudarman Limbong, beredar luas di Facebook dan TikTok.
Sejumlah netizen mempertanyakan, apakah pihak gereja HKI tidak melakukan bimbingan kepada kedua pengantin sebelumnya. “Kan ada tahapan? Mulai dari konseling, martuppol, hingga menikah?” tanya netizen.
Akun Medika Gultom mengatakan, ada kabar bahwa pengantin perempuan melarang putrinya menikahi si laki-laki, karena keluarga mereka lebih berada. “Ketahuan pula, sesaat jelang pesta, pengantin perempuan masih pergi menjumpai pacarnya marga Sitanggang,” katanya di medsos.
Akun Ruspita Sirait menulis: Wanita ini pernah punya pacar, sudah putus mereka. Eh saat mau nikah ini, dia pengen balik sama mantannya itu. Berarti tetap komunikasi mereka.
Akun Tiarly Manalu menulis: “Puji Tuhan. Saya sangat menghargai tindakan sang perempuan berani menyatakan apa yg dia rasakan.
Lebih baik malu sekarang daripada menderita seumur hidup. Belum lagi jika ada anak jadi korban. Semangat wanita pemberani. Jangan pusing apa kata orang lain.”
Akun Marolo Sihotang menulis: Ini apakah tidak dikonseling dulu calon kedua mempelai?? Dikonseling pranikah diperjelas tentang hubungan keduanya, sebelum lanjut ke hari pernikahan. Jadi kalau tidak didasari dengan cinta, bisa lebih awal diantisipasi supaya tidak dinikahkan. Ini sudah hari H baru bilang tidak cinta, jadi tontonan dan juga buat malu keluarga kedua belah pihak. (Mea) Editor : Metro Daily