Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Terowongan Proyek PLTA Batang Toru Runtuh, 1 TKA Tewas 1 Luka Parah

Metro Daily • Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:22 WIB
TKA proyek PLTA Batangtoru yang terluka dalam kasus terowongan runtuh.
TKA proyek PLTA Batangtoru yang terluka dalam kasus terowongan runtuh.
SIDEMPUAN, METRODAILY – Korban terowongan runtuh di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), bukaN hanya satu orang TKA yang meninggal dunia. Ada juga rekannya yang mengalami luka parah.

Namun pihak PLTA Batang Toru belum menyampaikan secara resmi soal jumlah korban pengerjaan proyek pembangunan PLTA Simarboru di Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (21/8/2022).

Salah satu antara keluarga korban kecelakaan kerja proyek tersebut, Randika (25), Senin (22/8/2022) menjelaskan, ayah menjadi salah satu korban bernama Ahmad Somed (49) yang merupakan pekerja pada proyek pembangunan PLTA Simarboru juga menjadi korban luka saat bekerja tepatnya di terowongan VI sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (21/8/2022) pagi.

"Pihak keluarga pertama kali mengetahui kejadian ini setelah diberitahu oleh pihak perusahaan pada hari itu juga Minggu (21/8/2022) sekitar pukul 05.00 WIB usai salat Subuh dan tiba di rumah sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung dibawa kesalah satu dukun patah Desa Garoga, Batang Toru, Tapsel didampingi tim medis perusahaan," bebernya.

Keluarga dapat informasi melalui telepon, setengah jam kemudian mereka datang membawa ayahnya untuk dibawa berobat ke dukun patah, sebelum akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Sidempuan.

"Sekitar Pukul 07.00 WIB pada hari yang sama korban dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di kota Padang Sidempuan dan sekitar pukul 09.00 WIB tiba di rumah sakit tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit kami diberitahu bahwa korban mengalamai luka patah rusuk sebelah kanan," ungkapnya.

Pada hari itu juga, ia katakan pihak rumah sakit menyarankan agar dirujuk kesalah satu rumah sakit di Medan. Sekitar pukul 13.00 WIB korban langsung dirujuk (diberangkatkan) ke salah satu rumah sakit di Medan dengan menggunakan mobil ambulans rumah sakit swasta di Padang Sidempuan.

"Di mana pagi tadi Senin (22/8/2022) ayah tiba di salah satu rumah sakit di kota Medan dan sudah ditangani oleh dokter, pastinya saat ini masih dalam penanganan oleh pihak rumah sakit," terang Randika.

Dari keterangan yang disampaikan ayahnya, di mana saat itu korban sedang bekerja di dalam terowongan VI dengan menggunakan tangga khusus berupa tiang peranca.

Pada Minggu dini hari, tiba-tiba dinding pada terowongan terjadi sesuatu sehingga spontan kedua pekerja bangunan atau korban meloncat dari peranca dengan ketinggian lebih kurang delapan Meter.
"Di mana ayah kami ini sendiri sudah bekerja pada perusahaan proyek PT PLTA ini sekitar lebih kurang tiga (3) tahun," jelas Randika.

Sementara itu Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni ketika dihubungi melalui sambungan telepon Senin (22/8/2022) membenarkan hal kejadian di terowongan VI itu.

"Yang pasti tetap akan kita lakukan lidik, dimana kedua kejadian ini sebelumnya ditangani oleh Polsek , mengingat keduanya berada didua lokasi berbeda Kecamatan Sipirok dan Batangroru sehingga keduanya kita tarik ke Polres untuk dilakukan lidik untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau tidak, namun kita akan tetap berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tapsel terkait Insiden tersebut," ucapnya. (one) Editor : Metro Daily
#terowongan runtuh #plta batang toru