Setelah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum terkendali dan ada solusi, penyakit kulit jenis Lumpy Skin Disease malah menjangkit.
Informasi diperoleh, belasan ternak lembu di Nagori Bayu Bagasan, Kecamatan Tanah Jawa, terjangkit penyakit kulit dengan ciri khas muncul benjolan di sekujur kulit tubuh ternak.
Penyakit ini diduga jenis LSD yang disebabkan oleh virus, dan pertama kali tahun 2022 ini terdeteksi di Provinsi Riau.
Cirinya tubuh ternak dipenuhi benjolan, dan selanjutnya benjolan pecah bernanah.
Kadis Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun Robert Pangaribuan mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi soal adanya penyakit kulit diduga jenis LSD menyerang ternak di Kabupaten Simalungun.
Namun pihaknya tidak dapat berbuat banyak, karena belum ada obat tersedia.
"Kita belum punya obat untuk itu. Memang ada di pasaran, itu pun sudah mahal harganya. Sebagai saran, peternak membeli obat sendiri untuk menyemprot tubuh ternak mencegah lalat dan memberikan paracetamol diminum untuk mengurangi demam ternak," kata Robert, Sabtu (9/7).
Dijelaskan Robert, pihaknya sudah mengajukan kebutuhan obat untuk PMK dan LSD ke Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Namun, belum ada realisasi. (esa) Editor : Metro-Esa