Nana Mardiana Dorong Dangdut Indonesia Diakui UNESCO

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 10:41 WIB
Pedangdut Nana Mardiana dipercaya menjadi Ketua Panitia Diskusi Publik “Ngulik Soal Musik Dangdut” FORWAN Indonesia yang digelar 20 Oktober 2026.
Pedangdut Nana Mardiana dipercaya menjadi Ketua Panitia Diskusi Publik “Ngulik Soal Musik Dangdut” FORWAN Indonesia yang digelar 20 Oktober 2026.

JAKARTA, METRODAILY — Pedangdut Nana Mardiana ikut mendorong musik dangdut Indonesia mendapat pengakuan dunia. Langkah itu ditempuh melalui diskusi publik yang mempertemukan insan dangdut, pemerintah, pejabat terkait, hingga tokoh musik nasional.

Nana dipercaya menjadi Ketua Panitia Diskusi Publik “Ngulik Soal Musik Dangdut” yang digelar Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia pada 20 Oktober 2026.

Bagi Nana, mandat tersebut bukan sekadar amanah organisasi. Ia menjadikannya bagian dari upaya memperkuat posisi dangdut sebagai identitas budaya Indonesia sekaligus mendukung perjuangan agar musik tersebut memperoleh pengakuan UNESCO.

Baca Juga: Bupati Siapkan Pengembangan  Komoditas Aren di Batu Bara

“Ini bagian dari upaya mendorong musik dangdut agar diakui UNESCO,” ujar Nana dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Sebagai insan dangdut, Nana mengaku terpanggil untuk ikut dalam perjuangan yang dilakukan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI). Menurut dia, upaya membawa dangdut ke tingkat dunia membutuhkan keterlibatan seluruh pelaku dan pencintanya.

“Musik dangdut adalah musik kebanggaan kami. Karena itu, saya ingin ikut berperan agar dangdut makin maju dan mendapat pengakuan dunia,” tegasnya.

Nana menilai diskusi publik FORWAN dapat menjadi dukungan nyata terhadap perjuangan PAMDI. Menurut dia, dukungan terhadap dangdut tidak cukup berhenti pada surat atau pernyataan tertulis.

Baca Juga: Siswa Keracunan Usai Konsumsi MBG, Wakil Ketua DPRD Asahan Serukan Evaluasi Menyeluruh 

Forum yang mempertemukan pemangku kepentingan, pejabat terkait, menteri, serta tokoh musik seperti Rhoma Irama, dinilai dapat menghasilkan dukungan yang lebih konkret.

“Kalau dukungan hanya dalam bentuk secarik kertas, dampaknya tentu tidak akan terlalu besar. Tetapi ketika kami membuat diskusi yang menghadirkan para pemangku kepentingan, pejabat terkait, menteri, dan Bang Haji Rhoma Irama, saya yakin dampaknya akan jauh lebih signifikan,” katanya.

Nana berharap kolaborasi FORWAN dan PAMDI dapat memperkuat perjuangan menjadikan dangdut sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang semakin dikenal di dunia.

Baca Juga: Polres Padangsidimpuan  Amankan Pria dan 1,26 Gram Sabu di Losung Batu

Ia juga mengajak insan dangdut, pemerintah, organisasi terkait, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung upaya tersebut.

Ketua Umum FORWAN Sutrisno Buyil mengatakan Nana dipilih sebagai ketua panitia karena memiliki pengalaman sebagai kader organisasi sekaligus insan dangdut.

“Selain sebagai kader FORWAN yang loyal, Nana juga insan dangdut yang memiliki pengalaman dan integritas sebagai ketua panitia event besar FORWAN,” kata Buyil. (jlo/jpnn)

Editor : Editor Satu
Nana Mardiana Dangdut Indonesia unesco