Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Manohara Keberatan Disebut Mantan Istri Pangeran Kelantan: Pernikahan Itu Tidak Sah

Editor Satu • Kamis, 8 Januari 2026 | 08:30 WIB
Manohara Odelia Pinot menyampaikan keberatan disebut sebagai mantan istri Pangeran Kelantan terkait pernikahan yang dialaminya pada 2008.
Manohara Odelia Pinot menyampaikan keberatan disebut sebagai mantan istri Pangeran Kelantan terkait pernikahan yang dialaminya pada 2008.

JAKARTA, METRODAILY – Model Manohara Odelia Pinot menyatakan keberatan jika dirinya terus disebut sebagai mantan istri Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra.

Manohara menilai penyebutan tersebut tidak akurat dan menyesatkan, mengingat pengalaman pahit yang dialaminya hampir dua dekade lalu.

Manohara diketahui menikah dengan Tengku Muhammad Fakhry Petra pada 2008, namun pernikahan tersebut berakhir pada 2009.

Baca Juga: Agnez Mo Gelar Jumpa Penggemar di Madame Tussauds Singapore, Catat Tanggalnya

Dalam berbagai kesempatan, Manohara mengungkapkan bahwa selama pernikahan itu ia mengalami kekerasan fisik dan seksual, serta tidak diperlakukan sebagaimana layaknya seorang istri.

Tidak tahan dengan perlakuan tersebut, Manohara memilih melarikan diri dan kembali ke Indonesia. Kini, setelah hampir 20 tahun berlalu, ia menyampaikan pernyataan tegas kepada publik dan media.

“Selama bertahun-tahun, saya berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita media sebagai mantan istri. Saya menulis pernyataan ini untuk dengan hormat mengklarifikasi bahwa deskripsi tersebut tidak akurat dan menyesatkan,” ujar Manohara.

Baca Juga: Ranty Maria Tunjuk Lima Sahabat Jadi Bridesmaids Jelang Nikah

Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi dalam hidupnya kala itu bukanlah sebuah hubungan yang didasari cinta maupun persetujuan.

“Apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah,” tegasnya.

Manohara juga menyoroti usianya saat peristiwa tersebut terjadi. Ia mengaku masih berusia 16 tahun dan tidak memiliki kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri.

Baca Juga: Pinkan Mambo Bawa Anak Berobat Jantung ke Singapura

“Pada saat itu, saya masih di bawah umur dan berada dalam situasi paksaan serta kurangnya kebebasan. Artinya, saya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan,” ungkap Manohara.

Melalui pernyataan ini, Manohara berharap media dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan istilah dan konteks, serta menghormati pengalaman traumatis yang pernah dialaminya. (jp)

Editor : Editor Satu
#manohara odelia pinot