"Insyaallah, gedung di belakang kami akan menjadi masjid Indonesia pertama di kota Edmonton, tempat tinggal kami sekarang. Masjid ini juga akan menjadi yang pertama di bagian barat Kanada. Kami mengajak teman-teman untuk ikut berwakaf demi pembelian dan pembangunan masjid ini," tulis Cindy.
Tengku Firmansyah menambahkan bahwa saat ini dana pembangunan masih belum mencukupi. Meskipun uang muka telah dibayarkan, masih dibutuhkan sekitar Rp6,4 miliar agar kepemilikan gedung bisa segera rampung sebelum tenggat waktu akhir April 2025.
"Masjid ini sudah dicicil, tapi masih banyak kekurangan. Kalau dana belum terkumpul sampai akhir April, DP-nya bisa ditarik," ungkap Tengku dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Sejak hampir setahun lalu, pasangan yang baru merayakan ulang tahun pernikahan ke-26 ini pindah ke Kanada demi mendampingi dua anak mereka yang bersekolah di sana.
Keduanya juga keluar dari zona nyaman sebagai artis dan mulai menjalani kehidupan baru. Tengku Firmansyah bahkan bekerja di Edmonton Exchanger, sebuah pabrik manufaktur yang menangani berbagai komponen kapal serta mesin industri.
Bagi mereka, hijrah ke Kanada bukan hanya tentang membangun kehidupan baru, tetapi juga menjaga semangat kebersamaan komunitas Muslim Indonesia di tanah rantau. (dtc)