
LABURA, METRODAILY - Peristiwa tragis menggemparkan masyarakat Labuhanbatu Utara, setelah seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di perlintasan rel kereta api Desa Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Jumat (5/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Indah Indriani (22), seorang mahasiswi Diploma III Jurusan Kebidanan STIKES As Syifa Kisaran Semester VI Tahun Akademik 2023–2024. Korban merupakan warga Dusun Tanjung Sari II, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di jalur rel kereta api yang berada di wilayah Desa Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu. Korban diduga sengaja berada di atas rel saat Kereta Api KU 54 yang melayani rute Medan–Rantau Prapat melintas di lokasi kejadian.
Baca Juga: MTsN 2 Labura Gelar Tes Akademik dan Tes Baca Al-Qur'an untuk PPDBM
Mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya korban tertabrak kereta api, personel Polsek Kualuh Hulu yang dipimpin langsung Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani Br Barus segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta melakukan serangkaian tindakan kepolisian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pawas Polsek Kualuh Hulu IPDA Hendrik Hutagalung bersama sejumlah personel lainnya yang melakukan pengamanan dan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Selamat (46), warga Dusun Tanjung Sari II, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, dirinya memperoleh informasi dari seorang kerabat bernama Bambang yang memberitahukan bahwa korban sedang berada di sekitar perlintasan rel kereta api di Desa Perkebunan Membang Muda.
Tidak lama setelah menerima informasi tersebut, saksi kembali mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia setelah tertabrak kereta api yang melintas dari arah Medan menuju Rantau Prapat. Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga dan masyarakat segera menuju lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan petugas, diketahui sebelum peristiwa nahas itu terjadi korban sempat mengalami cekcok atau perselisihan dengan orang tuanya. Informasi tersebut diperoleh dari hasil keterangan sejumlah pihak yang mengetahui kondisi korban sebelum kejadian.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap saksi-saksi dan berbagai fakta di lapangan guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Benturan keras dengan kereta api menyebabkan tubuh korban mengalami kerusakan berat. Petugas kemudian melakukan pengamanan TKP untuk menghindari kerumunan warga yang terus berdatangan ke lokasi kejadian.



