JAKARTA, METRODAILY – Aktris Dea Annisa atau yang dikenal sebagai Dea Imut memilih menunda pernikahan demi menjalankan tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga.
Hal tersebut diungkapkan sang ibu, Masayu Chairani, yang menyebut putrinya sebagai sosok yang sangat mengutamakan keluarga dibanding kepentingan pribadi.
“Dea itu anak yang sangat baik. Orang-orang malam minggu pacaran, dia malah tetap di rumah sama ibunya,” ujar Masayu.
Ia juga menggambarkan kehidupan Dea yang jauh dari kesan glamor, berbeda dengan kebanyakan selebritas seusianya.
Sepulang syuting, Dea disebut lebih memilih langsung pulang ke rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
“Sampai sekarang dia enggak kenal dunia malam. Kalau ke kafe pun selalu sama keluarga,” lanjutnya.
Masayu mengungkapkan, peran Dea dalam keluarga sangat besar, terutama dalam membantu pembiayaan pendidikan saudara-saudaranya.
Bahkan, sejak kecil Dea telah menjadi penopang keluarga setelah orang tuanya berpisah.
“Sejak usia lima tahun, saya sudah berpisah dengan ayahnya. Selama ini Dea yang bantu biaya kuliah kakak dan adiknya,” jelasnya.
Pengorbanan tersebut membuat Dea rela menunda pernikahan hingga seluruh tanggung jawabnya terhadap keluarga dianggap selesai.
Hal ini juga dibenarkan oleh kerabat dekatnya, Fida, yang menyebut Dea ingin memastikan semua urusan keluarga tuntas sebelum memikirkan kehidupan pribadi.
Baca Juga: Eberechi Eze Cedera, Arsenal Terancam Tanpa Andalan hingga 6 Pekan di Fase Krusial
“Dea menunggu semuanya selesai dulu baru dia mau menikah. Dia mengesampingkan egonya demi keluarga,” ujarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Dea juga dikenal sebagai pribadi yang patuh kepada orang tua, termasuk dalam urusan pasangan hidup.
Ia bahkan disebut rela mengakhiri hubungan jika tidak mendapat restu dari sang ibu.
“Kalau saya tidak setuju dengan pasangannya, Dea memilih mengakhiri. Dia sangat menghormati orang tua,” kata Masayu.
Kisah Dea Annisa menjadi potret pengorbanan seorang anak yang memilih mendahulukan keluarga, bahkan hingga menunda kebahagiaan pribadinya. (Oz)
Editor : Editor Satu