BUENOS AIRES, METRODAILY – Timnas Argentina memasuki fase baru setelah Lionel Messi memutuskan mengakhiri karier internasionalnya.
Pelatih Lionel Scaloni kini dituntut menemukan formula baru agar Albiceleste tetap kompetitif tanpa pemain yang menjadi pusat permainan mereka selama lebih dari satu dekade.
Keputusan Messi mundur dari timnas datang setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia. Kepergian tersebut menambah masa sulit bagi Messi setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia karena kalah dari Spanyol pada final.
Baca Juga: Yamal Bongkar Rahasia Gol ke Gawang Livakovic: Sudah Hafal Kelemahan
Absennya Messi menjadi kehilangan besar bagi Argentina. Dalam lebih dari satu dekade bersama Albiceleste, pemain tersebut berperan penting dalam keberhasilan Argentina meraih empat trofi internasional dalam enam tahun terakhir.
Messi juga menjadi figur sentral ketika Argentina menjuarai Piala Dunia di Qatar. Hingga akhir karier internasionalnya, ia tercatat sebagai pemain dengan penampilan dan gol terbanyak Argentina, yakni 207 caps dan 125 gol.
Namun, pekerjaan Scaloni kini bukan sekadar mencari pengganti gol dan assist Messi. Pelatih Argentina itu juga harus menemukan sosok yang mampu mengisi ruang kepemimpinan dan pengalaman yang selama ini dimiliki La Pulga.
Baca Juga: Agnez Mo Merasa Terhormat Nyanyikan Indonesia Pusaka di FIFA ASEAN Cup 2026
Tiga laga persahabatan pada jeda internasional kali ini menjadi kesempatan bagi Scaloni untuk menguji komposisi baru.
Di lini depan, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez diproyeksikan menjadi duet utama, dengan Nico Paz berperan sebagai gelandang serang atau nomor 10.
Scaloni menyadari Argentina membutuhkan pendekatan berbeda setelah kehilangan Messi. Karena itu, ia menggunakan rangkaian laga uji coba untuk menguji sejumlah alternatif permainan.
Baca Juga: Gol Telat Michael Olise Bawa Prancis Tekuk Belgia 1-0
“Untuk itulah ada laga-laga seperti ini, untuk coba-coba. Kami akan mencari cara untuk bermain dengan gaya berbeda,” ujar Scaloni kepada ESPN.
Meski demikian, Scaloni memastikan prinsip dasar permainan Argentina tidak berubah.
“Gaya kami tetap mengutamakan penguasaan bola. Dari situ, kami akan lihat bagaimana beradaptasi nantinya,” katanya.
Argentina dijadwalkan menghadapi Bolivia pada 30 September, Burkina Faso pada 3 Oktober, dan Benin pada 6 Oktober.
Baca Juga: PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026, 37 Inisiatif Dekarbonisasi
Pertandingan melawan Benin juga akan menjadi bagian dari agenda perpisahan Messi bersama timnas Argentina.
Era setelah Messi kini dimulai. Scaloni harus membangun Argentina yang tidak lagi bergantung pada satu pemain, tanpa kehilangan identitas permainan yang membawa mereka meraih sejumlah gelar dalam beberapa tahun terakhir. (dtc)
Editor : Editor Satu