MEDAN, METRODAILY – Sebanyak 250 peserta mengikuti simulasi lomba HYROX di Mega Fitness Center, kawasan Cemara Asri, Kota Medan, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan sekaligus pembinaan awal bagi calon atlet fitness racing di Sumatera Utara.
Sehari sebelumnya, peserta telah mengikuti rangkaian kegiatan berupa fun run, sharing session, serta pengenalan race map yang dipandu tiga pelatih dari Jakarta.
Simulasi lomba dibagi dalam dua kategori, yakni Open dan Pro, yang diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pemula hingga atlet kebugaran.
Baca Juga: Izin Dicabut, PT Toba Pulp Lestari PHK Karyawan Mulai Mei 2026Coach Fabio menjelaskan, HYROX merupakan kompetisi kebugaran berskala global yang mengombinasikan lari jarak jauh dengan delapan stasiun latihan fungsional.
“Formatnya standar di seluruh dunia. Peserta berlari sejauh 1 kilometer, lalu dilanjutkan satu stasiun latihan, dan diulang hingga delapan kali,” ujarnya.
Olahraga yang pertama kali diluncurkan di Jerman pada 2017 ini terdiri dari total 8 kilometer lari dan delapan jenis latihan, yakni SkiErg, Sled Push, Sled Pull, Burpee Broad Jump, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, dan Wall Balls.
Baca Juga: Tudingan Mengarah ke Presiden Prabowo, Fraksi Gerindra Tapteng Berang Soal Bantuan Bencana
Menurut Fabio, konsep HYROX dirancang inklusif karena dapat diikuti semua kalangan tanpa kualifikasi khusus.
“Mulai dari pemula sampai profesional bisa ikut. Bahkan ada kategori ganda dan estafet,” katanya.
Selain itu, standar global yang diterapkan memungkinkan hasil waktu peserta dapat dibandingkan secara internasional.
Tekankan Keseimbangan Latihan
Coach Siska Antolis menekankan pentingnya keseimbangan antara latihan kardio dan kekuatan dalam HYROX.
“Tubuh perlu balance. Lari saja tidak cukup, angkat beban juga penting,” ujarnya.
Baca Juga: Pemekaran Provinsi Tapanuli Tinggal Tunggu Restu Presiden, PPPT Klaim Syarat Sudah Lengkap
Ia mengingatkan peserta agar berlatih secara bijak untuk menghindari cedera.
“Jangan asal latihan. Harus dinikmati, jangan overthinking, dan penting saling mengingatkan antar peserta,” tambahnya.
Sementara itu, Coach CJ, pelatih bersertifikat HYROX Performance Coach Level 1, mengatakan olahraga ini menuntut keseimbangan antara kemampuan berlari dan kekuatan otot.
“HYROX itu perpaduan antara runner dan lifting. Jadi dua-duanya harus dilatih,” jelasnya.
Ia juga aktif memperkenalkan HYROX ke berbagai komunitas kebugaran di Indonesia.
Baca Juga: Berani Melawan! Siswi SD di Toba Gagalkan Aksi Cabul, Pelaku Kabur Usai Disiram Pupuk
Jangan Terburu-buru, Utamakan Teknik
Owner Mega Fitness Center, Daniel, mengingatkan peserta agar tidak terburu-buru saat mengikuti simulasi lomba.
“Jangan langsung lari terlalu kencang. Persiapan harus matang,” ujarnya.
Ia mengakui, banyak atlet dari latar belakang bodybuilding awalnya mengalami kesulitan saat mencoba HYROX karena tuntutan endurance yang tinggi.
Brand Ambassador Mega Fitness Center, Vincentia Laksono, turut mengingatkan pentingnya manajemen energi selama lomba.
“Istirahat cukup sebelum bertanding, gunakan teknik yang benar, dan jangan langsung ‘gaspol’ terutama bagi pemula,” katanya.
Baca Juga: 70 Rumah Pascabencana Diundi di Taput, Bupati JTP Pastikan Tanpa Titipan
Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi, termasuk dari kalangan pelajar yang mulai tertarik pada olahraga ini.
Potensi Lahirkan Atlet Baru
Kegiatan simulasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak atlet HYROX dari Medan yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Selain meningkatkan kebugaran fisik, HYROX juga dinilai mampu membangun daya tahan mental dan efektif dalam pembakaran lemak. (Mea)
Editor : Editor Satu