JAKARTA, METRODAILY – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan strategi khusus dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan.
Penyesuaian dilakukan dengan menyajikan menu makanan yang lebih tahan lama dan praktis untuk dibawa pulang oleh penerima manfaat.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, strategi tersebut diterapkan agar kualitas gizi tetap terjaga meski makanan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
Baca Juga: Sepanjang Pekan Ini, Hujan Ringan hingga Sedang Masih Guyur Sumut
“Menu untuk dibawa pulang sudah kami tetapkan, dengan pilihan makanan yang relatif tahan lama dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat selama Ramadan,” ujar Dadan di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2).
Ia menjelaskan, menu MBG selama Ramadan akan didominasi panganan yang tidak mudah basi namun tetap memiliki nilai gizi tinggi.
Beberapa di antaranya adalah kurma, telur rebus, telur asin, telur pindang, abon, buah-buahan, susu, serta berbagai panganan lokal.
Baca Juga: Keluarga Bantah Isu Denada Punya 3 Anak Selain Ressa dan Aisha
“Contohnya kurma, telur rebus atau telur asin, telur pindang, kemudian ada abon, buah, susu, dan panganan-panganan lokal yang secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan dan tahan lama,” jelasnya.
Selain penyesuaian menu, BGN juga menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BGN berkomitmen memprioritaskan produk UMKM dalam penyediaan menu MBG, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Baca Juga: Gading Marten dan Medina Dina Liburan Bareng ke Abu Dhabi, Ada Rencana Menikah?
“Kami hindari semaksimal mungkin produk dari perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari. Kami ingin UMKM terlibat lebih banyak dalam penyediaan menu selama Ramadan,” tegas Dadan.
Dari sisi pengawasan, BGN terus memperketat pemantauan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meski jumlah SPPG meningkat signifikan, Dadan mengklaim angka pelanggaran atau kejadian tidak diinginkan justru menurun drastis.
“Pada Januari 2026 tercatat sekitar 50 kejadian. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan September atau Oktober tahun lalu,” ungkapnya.
Baca Juga: Oki Setiana Dewi Pulang dari Mesir, Ria Ricis Singgung Kondisi Emosi: Ada Masalah?
Untuk menjaga kualitas layanan, BGN akan menerapkan sistem sertifikasi dan akreditasi terhadap seluruh SPPG agar standar pelayanan dan keamanan pangan tetap terjaga.
“Kami akan lakukan sertifikasi dan akreditasi, sehingga kualitas setiap SPPG seragam dan potensi kejadian bisa diminimalisir,” pungkas Dadan. (jp)
Editor : Editor Satu