Kemarau Bikin Api Sulit Dikendalikan, Mendagri Minta Semua Pembakaran Lahan Dilarang

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:50 WIB
Ilustrasi kebakaran lahan yang mengancam kawasan hutan dan lingkungan saat musim kemarau. Pemerintah meminta pembakaran lahan dilarang selama masa darurat karhutla.
Ilustrasi kebakaran lahan yang mengancam kawasan hutan dan lingkungan saat musim kemarau. Pemerintah meminta pembakaran lahan dilarang selama masa darurat karhutla.

JAKARTA, METRODAILY – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah melarang pembakaran lahan dalam bentuk apa pun selama masa darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Larangan ini perlu ditegakkan untuk mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi kemarau yang membuat kebakaran sulit dikendalikan.

Tito meminta kepala daerah bergerak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dan tokoh masyarakat untuk memastikan larangan tersebut dipatuhi hingga tingkat desa.

Baca Juga: Juventus Gagal Menang, Cagliari Tahan Si Nyonya Tua 1-1

“Ini harus tegas kita lakukan. Ini rekan-rekan kepala daerah tolong, berani untuk melakukan pencegahan itu bersama-sama dengan Forkopimda. Para tentara, polisi, semua bergerak, tokoh masyarakat, larangan pembakaran baru, apa pun juga alasannya di masa darurat ini,” kata Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Menurut Tito, praktik pembakaran lahan untuk membuka area baru masih dilakukan sebagian pihak, baik korporasi maupun masyarakat yang berpedoman pada kebijakan lokal. Namun, dalam situasi darurat karhutla, pencegahan kebakaran baru harus menjadi prioritas.

Ia mengingatkan, kondisi lahan yang kering membuat api berisiko menyebar dan sulit dikendalikan. Karena itu, pembakaran lahan tidak boleh dilakukan dengan alasan apa pun selama masa darurat.

Baca Juga: Gladbach Lima Kali Tumbang Beruntun, Kevin Diks dkk Terpuruk! 

“Yakin namanya api itu bisa dilokalisasi di masa kering kemarau seperti ini? Saya tidak yakin. Oleh karena itulah saya minta seluruh kepala daerah, kerja sama dengan Forkopimda, larang apa pun juga bentuk pembakaran atas nama apa pun juga di masa darurat seperti ini,” ujarnya.

Tito juga menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memperkuat upaya pencegahan melalui penerbitan peraturan presiden (perpres) terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Ia meminta pimpinan daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota turun langsung menyosialisasikan aturan tersebut kepada masyarakat hingga tingkat desa. Menurut Tito, ketegasan pemerintah daerah dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci mencegah kebakaran baru.

Baca Juga: Sassuolo Tahan Milan 1-1, Jay Idzes Absen karena Cedera

“Jadi tegas. Tinggal eksekutor-eksekutor di lapangan, ya, para pimpinan yang ada di tingkat provinsi, kabupaten, kota turun ke bawah, sosialisasikan, ya, sampai ke tingkat desa. Tidak ada yang boleh melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun juga,” kata Tito. (kdc)

Editor : Editor Satu
pembakaran lahan kebakaran hutan