Penduduk Indonesia Tembus 290,1 Juta Jiwa, Bonus Demografi Jadi Peluang

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Data Dukcapil Kemendagri mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 290,1 juta jiwa pada Semester I 2026 dengan 69,3 persen berada pada usia produktif.
Data Dukcapil Kemendagri mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 290,1 juta jiwa pada Semester I 2026 dengan 69,3 persen berada pada usia produktif.

JAKARTA, METRODAILY – Jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026 yang dirilis Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, populasi Indonesia kini mencapai 290.125.073 jiwa.

Angka tersebut meningkat 1.809.984 jiwa dibandingkan Semester II Tahun 2025 yang tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi memaparkan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2026.

Baca Juga: Al Ittihad Coba Gagalkan Transfer Mohamed Salah ke Trabzonspor, Siapkan Tawaran Fantastis

"Jumlah penduduk Indonesia tercatat mencapai 290.125.073 jiwa, meningkat 1.809.984 jiwa dibandingkan Semester II Tahun 2025," ujar Teguh, dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri.

Dari total populasi tersebut, penduduk laki-laki berjumlah 146.402.289 jiwa atau 50,46 persen, sedangkan perempuan sebanyak 143.722.784 jiwa atau 49,54 persen.

Menurut Teguh, data kependudukan tidak hanya berfungsi sebagai statistik, tetapi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional.

"Di balik setiap angka terdapat gambaran nyata mengenai kondisi bangsa sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan nasional yang tepat sasaran," katanya.

Baca Juga: Infantino Gelar Rapat Darurat FIFA, Desakan Mundur Makin Menguat

Ia menambahkan, tren pertumbuhan penduduk Indonesia dalam beberapa semester terakhir relatif stabil, dengan rata-rata penambahan sekitar 1,7 juta jiwa setiap semester.

Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh angka kelahiran, angka kematian, perpindahan penduduk, hingga penyempurnaan basis data kependudukan.

Hampir 70 Persen Penduduk Berusia Produktif

Data Dukcapil juga menunjukkan Indonesia masih menikmati bonus demografi, yakni kondisi ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif.

Penduduk berusia 15–64 tahun tercatat mencapai 201.060.449 jiwa atau 69,30 persen dari total populasi nasional.

Baca Juga: Chelsea Bergerak Cepat Cari Pengganti Cucurella, Incar Pep Chavarria

Sementara itu, penduduk berusia 0–14 tahun sebanyak 65.964.460 jiwa atau 22,74 persen, sedangkan kelompok usia 65 tahun ke atas berjumlah 23.100.164 jiwa atau 7,96 persen.

Menurut Teguh, kondisi tersebut menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Ini adalah peluang besar yang tidak dimiliki semua negara. Bonus demografi merupakan modal utama menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Bisa Jadi Peluang atau Tantangan

Meski demikian, Teguh mengingatkan bonus demografi tidak otomatis menghasilkan kemajuan apabila tidak didukung kebijakan yang tepat.

Baca Juga: Carragher Ragukan Liverpool Juara Premier League, Sebut Skuad Belum Lengkap

Ia menilai penduduk usia produktif harus memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, layanan kesehatan yang memadai, serta kesempatan kerja yang luas.

"Sebaliknya, apabila peluang tersebut tidak mampu kita kelola, bonus demografi justru dapat berubah menjadi tantangan sosial dan ekonomi," tegasnya. (jp)

Editor : Editor Satu
Jumlah penduduk Indonesia bonus demografi