TAPSEL, METRODAILY – Aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mulai kembali berjalan.
Sebanyak 10 tenda sekolah darurat telah dipasang di empat kecamatan untuk memastikan proses pendidikan tetap berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Efrida Yanti Pakpahan mengatakan, bencana yang terjadi akhir November 2025 berdampak pada puluhan satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP.
Baca Juga: Ribuan PPPK Paruh Waktu Dikukuhkan, Pemkab Paluta Targetkan Layanan Publik Lebih Kuat
“Terdapat 18 TK/PAUD, 24 SD, dan 5 SMP yang terdampak bencana. Saat ini sebagian sekolah sudah bisa melaksanakan pembelajaran,” ujar Efrida saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).
Meski demikian, sejumlah sekolah masih belum dapat digunakan karena kondisi bangunan yang rusak. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan menerapkan pembelajaran di tenda darurat serta memanfaatkan sekolah terdekat dengan sistem pembelajaran bergilir (shift).
“Beberapa sekolah masih melaksanakan pembelajaran di tenda-tenda darurat dan sebagian lagi di sekolah terdekat dengan model pembelajaran shift,” jelasnya.
Baca Juga: Hunian Pasien Tembus 90 Persen, RSUD Panyabungan Siap Kerja Sama Swasta
Efrida merinci, 10 tenda sekolah darurat tersebut terdiri dari 5 tenda bantuan Kementerian Pendidikan dan 5 tenda dari BPBD. Tenda-tenda itu tersebar di empat kecamatan, yakni:
-
Kecamatan Angkola Sangkunur: 2 tenda
-
Kecamatan Angkola Selatan: 1 tenda
-
Kecamatan Batangtoru: 6 tenda
-
Kecamatan Muara Batangtoru: 1 tenda
Seperti diketahui, bencana banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kecamatan di Tapsel pada akhir November 2025. Sebanyak 93 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 20 orang lainnya hingga kini belum ditemukan. (dtc)
Editor : Editor Satu