MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mempercepat pembangunan lima unit Sekolah Rakyat di sejumlah kabupaten/kota.
Proyek pendidikan nasional yang menyerap anggaran sebesar Rp1,2 triliun ini ditargetkan rampung pada 2026.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumut, Asren Nasution, mengatakan lima titik pembangunan Sekolah Rakyat berada di Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padangsidempuan.
“Ada lima titik, yakni di Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan di Padangsidempuan,” ujar Asren usai temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Senin (13/10).
Asren menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas 4 Maret 2025, yang menugaskan seluruh pemerintah daerah mempercepat pendirian Sekolah Rakyat pada periode 2025–2026.
Setiap unit Sekolah Rakyat nantinya menampung 1.000 siswa dengan konsep asrama, berdiri di atas lahan seluas 5–10 hektare, dan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Baca Juga: Harga Kopi Arabika Mandailing Catat Rekor Tertinggi, Sentuh Rp42.000 per Kilogram
“Sekolah Rakyat di Sumut akan sama dengan yang dibangun di provinsi lain. Tujuannya membentuk agen perubahan di keluarga miskin,” jelas Asren.
Untuk mendukung percepatan program ini, Gubernur Sumut Bobby Nasution telah menerbitkan SK No.188.44/321/KPTS/2025 tentang Satgas Pembentukan Sekolah Rakyat di Provinsi Sumut.
Satgas tersebut diketuai Sekretaris Daerah Provinsi Sumut dan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut.
“Tahun ini Sekolah Rakyat sudah dimulai di sejumlah tempat menggunakan aset Kementerian Sosial, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lainnya,” ujar Asren.
Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak-anak keluarga miskin ekstrem dan miskin yang memiliki prestasi akademik unggul atau putus sekolah, serta mendapat izin dari orang tua untuk tinggal di asrama.
Asren menyebut, hingga tahun ini sudah beroperasi enam Sekolah Rakyat di Sumut dengan total 25 rombongan belajar dan 625 siswa.
Lokasinya tersebar di:
- Medan (2 Sekolah Rakyat): Sentra Bahagia Kementerian Sosial RI dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.
- Deli Serdang: Sentra Insyaf Kementerian Sosial RI.
- Tebing Tinggi: Kampus V Universitas Islam Negeri Sumut.
- Padangsidempuan: SMKN Pertanian.
- Tapanuli Selatan: eks Balai Latihan Kerja.
- “Mulai 1 Januari 2026, Sekolah Rakyat ini akan dibangun baru di lima titik. Untuk di Medan, dua Sekolah Rakyat sementara akan digabung menjadi satu,” tutur Asren.
Pemerintah optimistis keberadaan Sekolah Rakyat dapat mengurangi angka kemiskinan ekstrem, sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas dan berasrama bagi anak-anak berpotensi di daerah. (Rel)
Editor : Editor Satu