Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

LPPM UNIMED Gelar ICIESC 2025, Sinergikan Pendidikan, Sains, dan Budaya Dorong Inovasi Global

Editor Satu • Rabu, 17 September 2025 | 14:21 WIB

 

LPPM UNIMED menyelenggarakan The 7th International Conference on Innovation in Education, Science and Culture (ICIESC 2025) di Medan, Selasa (16/9/2025).
LPPM UNIMED menyelenggarakan The 7th International Conference on Innovation in Education, Science and Culture (ICIESC 2025) di Medan, Selasa (16/9/2025).

MEDAN, METRODAILY – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) sukses menggelar The 7th International Conference on Innovation in Education, Science and Culture (ICIESC 2025) dengan tema “Encouraging Global Innovation through Education, Science and Cultural Synergy”, Selasa (16/9/2025) di Le Polonia Hotel.

Konferensi ini menghadirkan akademisi dari berbagai negara, termasuk Prof. Dr. Syawal Gultom (UNIMED), Dr. Nurulafiqah Nadzirah Mansor (Universiti Malaya, Malaysia), Dr. Daniel Chan (National University Singapore), dan Assoc. Prof. Pham Hang Mink (Vietnam Academy of Sciences and Technologies). Turut hadir wakil rektor, dekan, direktur PPs, ketua lembaga, dan kepala biro di lingkungan UNIMED.

Wakil Rektor IV UNIMED, Prof. Erond Litno Damanik, mewakili Rektor, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa. “Kita harus menghadirkan inovasi yang lahir dari sinergi pendidikan, sains, dan budaya agar pendidikan Indonesia relevan di tingkat global,” ujarnya.

Baca Juga: Wakil Bupati Asahan Wisuda 25 Lansia, Dorong Kemandirian Usia Lanjut

Prof. Syawal Gultom menekankan tiga pilar utama inovasi: pendidikan sebagai pembentuk pengetahuan dan keterampilan, sains sebagai mesin penggerak riset berbasis bukti, dan budaya sebagai konteks lokal yang membuat inovasi relevan bagi masyarakat.

“Ketika ketiganya berpadu, dampaknya luas: mendorong pertumbuhan ekonomi, kemitraan global, transformasi digital, dan solusi interdisipliner untuk masalah kompleks,” katanya.

Dari sisi energi, Dr. Nurulafiqah Nadzirah Mansor menawarkan solusi menghadapi lonjakan kebutuhan energi di Asia Tenggara melalui Energy Management System, Demand Response, serta konsep Smart Homes dan Smart Communities.

Baca Juga: Orang Tua Siswa Protes Harga Baju Olahraga Rp160 Ribu di SMAN 1 Tanah Jawa

Sedangkan Dr. Daniel Chan menyoroti perlunya transformasi pendidikan dari pengalaman belajar yang relevan dengan perubahan sosial dan teknologi global.

Ketua LPPM UNIMED, Dr. Hesti Fibriasari, M.Hum., menegaskan ICIESC 2025 menjadi wadah strategis mempertemukan gagasan lintas disiplin dan negara untuk membahas arah kebijakan pendidikan, transformasi digital, dan tuntutan global.

Konferensi ini menegaskan komitmen UNIMED dalam mendorong inovasi berbasis pendidikan, sains, dan budaya, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem inovasi global. (rel/sya)

Editor : Editor Satu
#ICIESC 2025 #LPPM Unimed