Kenapa Anak Prasekolah di Jepang Lebih Siap Hadapi Hidup? Ini Jawabannya
Editor Satu• Rabu, 9 April 2025 | 15:47 WIB
Pendidikan prasekolah di Jepang - Ilustrasi.
TOKYO, METRODAILY – Sebuah studi terbaru dari Universitas Tokyo mengungkap bahwa kebijakan perluasan pendidikan prasekolah di Jepang pada 1960-an memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk penurunan tingkat kehamilan remaja dan penangkapan akibat kekerasan.
Penelitian ini memanfaatkan variasi wilayah dalam pelaksanaan reformasi prasekolah saat itu, dan menemukan bahwa daerah dengan peningkatan akses prasekolah menunjukkan penurunan kasus kenakalan remaja ketika anak-anak yang mengikuti program tersebut beranjak remaja.
“Temuan ini menyoroti pentingnya kebijakan pendidikan usia dini, bukan hanya untuk peningkatan akademik, tapi juga dalam pembentukan keterampilan non-kognitif yang mengurangi perilaku berisiko di masa remaja,” kata Profesor Shintaro Yamaguchi dari Sekolah Pascasarjana Ekonomi, Universitas Tokyo, Rabu (9/4/2025).
Tidak seperti sebagian besar penelitian sebelumnya yang berfokus pada program kecil untuk anak-anak dari kelompok kurang mampu, studi ini mengevaluasi program berskala nasional yang berlaku universal, sehingga memberikan bukti kuat akan efektivitas pendidikan prasekolah bagi semua lapisan masyarakat.
“Karena reformasi ini dilaksanakan secara bertahap di berbagai prefektur, kami bisa membandingkan dampaknya dan memastikan bahwa penurunan kenakalan remaja memang berasal dari reformasi tersebut, bukan faktor lain,” ujar Yamaguchi.
Menariknya, meskipun reformasi ini tidak berdampak pada peningkatan tingkat kelulusan SMA atau masuk perguruan tinggi, hasil positif tetap terlihat.
Ini mengindikasikan bahwa manfaat terbesar berasal dari pengembangan keterampilan non-kognitif seperti pengendalian diri, kemampuan sosial, dan ketahanan emosional, bukan dari pendidikan lanjutan semata.
Para peneliti kini tengah menelusuri lebih jauh mekanisme di balik temuan ini, termasuk potensi pengaruh pendidikan prasekolah terhadap perilaku kesehatan, pembentukan keluarga, hingga dampak lintas generasi.
“Jika kita bisa memahami keterampilan mana yang paling terbentuk lewat prasekolah, dan bagaimana keterampilan itu berkembang dalam jangka panjang, maka kita bisa merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk masa depan anak-anak,” tutup Yamaguchi.
Studi ini menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini dapat membawa manfaat sosial yang luas dan berkelanjutan dalam jangka panjang. (Universitas Tokyo)