Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Akses Jalan ke Vihara Ditutup, Warga Ngadu ke Ketua DPRD Medan  

Admin Metro Daily • Selasa, 8 Juli 2025 | 12:09 WIB
Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen diabadikan bersama elemen warga mengatasnamakan KOMPAK usai beraudiensi pada Senin (7/7/2025).
Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen diabadikan bersama elemen warga mengatasnamakan KOMPAK usai beraudiensi pada Senin (7/7/2025).

MEDAN, METRODAILY — Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen menerima audiensi dari Komunitas Masyarakat Peduli Amal dan Kebajikan (KOMPAK) di ruang kerjanya, Senin (7/7/2025). Pertemuan itu membahas keluhan warga terkait penutupan jalan yang dinilai menghambat akses ke tempat ibadah, khususnya Vihara Gunung Timur Sakti di kawasan Medan Denai.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua KOMPAK Arman Chandra menyampaikan bahwa jalan yang ditutup merupakan akses umum yang sebelumnya dikenal sebagai Jalan Spur, terletak di Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai.

"Sejak jalan itu ditutup, masyarakat yang ingin beribadah ke vihara harus memutar cukup jauh. Padahal dulunya itu jalan umum, sebelum terjadi kebakaran sekitar tahun 1979," ungkapnya.

Menurut informasi yang diterima pihaknya, pascakebakaran pada 1979, lahan eks jalan tersebut dijual oleh seseorang bernama Yopi Batubara kepada Toni Wijaya. Lahan itu disebut-sebut memiliki luas sekitar 1.600 meter persegi dan sempat direncanakan menjadi lokasi pembangunan pasar modern. Namun, rencana tersebut kabarnya tak mendapatkan izin dari pemerintah.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen menyampaikan akan melakukan survei langsung ke lokasi untuk memastikan status kepemilikan lahan.

“Kita harus cek dulu, apakah lahan itu benar milik pemerintah atau sudah menjadi milik pribadi. Kejelasan statusnya sangat penting sebelum langkah lebih lanjut diambil,” kata politisi PDIP ini.

Ia juga menyatakan keprihatinannya atas kesulitan warga dalam mengakses Vihara Gunung Timur Sakti, tempat ibadah yang telah berdiri lebih dari 70 tahun.

KOMPAK berharap agar pemerintah bersama pihak terkait dapat membuka kembali jalan tersebut demi kepentingan masyarakat.

"Kami hanya ingin hak akses publik yang dulu ada bisa dipulihkan kembali, terutama untuk kepentingan ibadah," tegas Arman. (pwh)

Editor : Prans Metro
#penutupan jalan #ketua dprd medan #DPRD Medan #Wong Chun Sen #vihara