MEDAN, METRODAILY — Zakiyuddin Harahap sudah mewacanakan beberapa hal dalam membenahi secara komprehensif pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan. Caranya cukup unik yakni akan membuat pelatihan senyum bagi para perawat, dokter hingga pegawai rumah sakit.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, akan menjadi percontohan setelah kelak ia mendapat mandat rakyat memimpin Kota Medan bersama pasangannya, Rico Waas.
"Yang kurang di kita saat ini adalah pelayanan. Dan pelayanan ini harus dimulai dengan keramahan perawat dan staf rumah sakit lewat senyuman. Saya ingin nantinya membuat pelatihan senyum selama satu bulan kepada mereka," ujarnya dalam Podcast Jumpa Tengah 'Ngomongin Politik' di Kantor Redaksi Harian Tribun Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa, 20 Agustus 2024. Podcast tersebut dipandu langsung Pimpinan Redaksi Harian Tribun Medan, Iin Solihin.
Menurut Zakiyuddin, tenaga kesehatan, peralatan hingga obat-obatan di RSUD dr Pirngadi sejatinya tidak kalah dengan rumah sakit yang ada di Malaysia. Namun kenapa orang Indonesia terkhusus Kota Medan, justru lebih memilih berobat ke negeri jiran ketimbang di negeri sendiri.
"Inilah yang mendorong saya untuk nantinya berkantor di RS Pirngadi. Saya optimis, jika dalam lima tahun fokus untuk membenahi pelayanan di sana, akan terlihat perubahan RSUD Pirngadi. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki pelayanan, kebersihan, dan mental SDM yang ada di sana," tutur bakal calon wakil wali Kota Medan tersebut.
Hal ini diakuinya tidak mudah untuk dikerjakan. Sehingga dibutuhkan kemauan yang kuat dari semua pihak terutama internal di RSUD dr Pirngadi sendiri. Bagi Zakiyuddin, lebih bagus punya dua program yang fokus untuk dikerjakan ketimbang banyak program yang akhirnya tak satu pun mampu direalisasikan.
"Pagi dua jam, siang dua jam, sore dua jam, dan malam dua jam. Saya kira delapan jam setiap hari berada di sana, perlahan-lahan Insyaallah saya optimis pelayanan di RS Pirngadi akan membaik. Di sela-sela waktu itu saya akan turun ke sekolah-sekolah untuk memperbaiki mutu pendidikan di Kota Medan," kata wakil ketua DPD Gerindra Sumut tersebut.
"Kemudian tidak ada lagi yang pakai sepatu hak tinggi. Perawat-perawat dan staf rumah sakit di Penang, misalnya, mereka semua itu pakai sepatu kets. Ini terlihat sepele tapi budaya seperti ini harus kita perbaiki ke depan. Lalu yang tak kalah penting soal kebersihan. Lingkungan yang bersih akan mendorong pasien cepat sembuh dari penyakitnya," sambung anak kelima mantan Bupati Tapanuli Selatan, H Muhammad Saleh Harahap itu.
Selain fokus pada dua bidang tersebut, Bang Zaki, sapaan akrab Zakiyuddin Harahap mengungkapkan bahwa dirinya ingin ada pemerataan pembangunan di Kota Medan terkhusus kawasan Medan Utara. Ia tidak ingin ada istilah bahwa Belawan bukan bagian dari Kota Medan.
"Saya masih mendengar orang Belawan bilang mau main ke Medan, lho Belawan itukan bagian dari Kota Medan. Masa orang Belawan gak merasa bagian dari orang Medan. Ke depan saya punya program agar orang Medan yang sering main-main ke Belawan," katanya.
Bang Zaki ingin menjadikan Medan Utara terkhusus Belawan sebagai destinasi wisata baru di Ibukota Provinsi Sumatera Utara. Ia memimpikan minimal Belawan bisa seperti Ancol di Jakarta.
"Kebetulan saya sangat suka dengan laut. Dan Belawan itu wilayahnya didominasi oleh laut, yang tentu punya potensi besar untuk dijadikan seperti Ancol. Kalau kita punya kemauan, saya kira kita mampu untuk menjadikan Belawan sebagai destinasi baru di Kota Medan," ujarnya.
Di akhir podcast, Zakiyuddin Harahap menekankan dirinya dan Rico Waas siap untuk melanjutkan program pembangunan di Kota Medan yang telah dijalankan Wali Kota Bobby Nasution.
"Seperti berobat gratis dengan cukup e-KTP di rumah sakit, ini pastilah kami lanjutkan nantinya karena sangat bermanfaat secara langsung bagi masyarakat. Begitu juga dengan program pembangunan lainnya yang sudah baik, tentu akan kami lanjutkan dan sempurnakan," katanya.
Editor : Prans Metro