METRODAILY – Rambut beruban tak lagi sekadar tanda penuaan. Sejumlah studi ilmiah terbaru mengungkap fakta baru: stres mental dan kekurangan nutrisi berperan besar dalam mempercepat munculnya uban, bahkan di usia muda.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa stres dapat mengaktifkan sistem saraf yang berdampak langsung pada kerusakan sel punca penghasil melanin—pigmen yang memberi warna pada rambut.
Ketika sel ini rusak, produksi warna rambut berhenti secara permanen.
Baca Juga: Al Nassr Hancurkan Al Wasl 4-0, Tiket Semifinal Liga Champions Asia di Tangan
Temuan ini memperkuat bukti bahwa uban bukan semata faktor usia, melainkan kombinasi kompleks antara stres psikologis, kondisi biologis, dan asupan nutrisi.
Stres Oksidatif Jadi Pemicu Utama
Selain merusak sel pigmen, stres juga meningkatkan stres oksidatif, yaitu kondisi kelebihan radikal bebas dalam tubuh yang merusak sel. Dampaknya, keseimbangan antioksidan terganggu dan mempercepat proses penuaan, termasuk pada rambut.
Studi lain dalam jurnal International Journal of Trichology menemukan bahwa individu muda dengan uban dini cenderung memiliki kadar vitamin B12, zat besi, dan tembaga yang lebih rendah dibandingkan kelompok normal.
Baca Juga: Letnan Dalimunthe Dukung Kebijakan PBPH Asal Rakyat Diutamakan
Secara biologis, warna rambut ditentukan oleh melanin yang diproduksi melanosit di folikel rambut. Ketika produksi melanin menurun—baik karena usia, stres, atau kekurangan nutrisi—rambut mulai kehilangan warna alaminya.
Beberapa nutrisi penting yang terbukti berperan antara lain:
- Vitamin B12: menjaga fungsi sel pigmen rambut
- Zat besi: membantu distribusi oksigen ke folikel rambut
- Tembaga: mendukung produksi melanin melalui enzim tirosinase
- Asam folat (B9) & biotin (B7): mempercepat regenerasi sel rambut
- Vitamin C: antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan
Kekurangan nutrisi tersebut, terutama pada usia muda, meningkatkan risiko munculnya uban lebih cepat dari seharusnya.
Baca Juga: Mabes Polri Periksa Senpi Seluruh Personel Polres Tapsel, Begini Hasilnya
Pola Makan dan Gaya Hidup Berperan
Para ahli menekankan bahwa pola makan tinggi antioksidan—seperti sayuran, buah, dan sumber protein berkualitas—dapat membantu memperlambat proses uban.
Sebaliknya, stres kronis, kurang tidur, serta konsumsi makanan olahan mempercepat kerusakan sel rambut.
Meski penggunaan pewarna rambut kerap dikaitkan dengan risiko kesehatan, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan dampak signifikan terhadap kesehatan secara umum. Namun, efeknya bisa berbeda tergantung jenis produk dan sensitivitas individu.
Baca Juga: Wabup Komando Tarigan Hadiri Paskah Umat Kristen Karo 2026, Serukan Persatuan dan Toleransi
Kesimpulan: Uban Bisa Diperlambat
Temuan ini menegaskan bahwa uban dini bukan kondisi yang sepenuhnya tak terhindarkan. Dengan mengelola stres dan menjaga asupan nutrisi seimbang, proses munculnya uban dapat diperlambat. (jpc)