Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kebab, Masakan Kuno  Suku Nomaden Timur Tengah yang Kini Mendunia

Editor Satu • Jumat, 28 Juni 2024 | 13:13 WIB
Kebab-Ilustrasi.
Kebab-Ilustrasi.

METRODAILY – Dari ratusan makanan khas tiap Negara yang popular di dunia, kebab termasuk salah satu yang paling banyak dikenal. Mungkin ia setara dengan pizza Italia, burger Amerika, burrito-nya Meksiko, nasi goreng Indonesia, dan seterusnya.

Dalam sejarahnya, jebab adalah makanan yang memiliki akar dari masakan kuno Timur Tengah. Istilah "kebab" berasal dari bahasa Arab "kabab", yang berarti "digoreng" atau "dibakar".

Di Timur Tengah, daging itu dipanggang di atas api terbuka. Metode masak ini merupakan cara yang efisien bagi suku-suku nomaden di Timur Tengah pada masa lalu.

Serupa dengan kisah pizza yang meluas dibawa oleh orang Italia ke Amerika, kebab kemudian menyebar ketika budaya Timur Tengah meluas. Setiap daerah memiliki kebab yang sesuai dengan preferensi lokal dan tradisi kuliner mereka. Dan saat ini, varian kebab yang populer di seluruh dunia semakin banyak.

Turki disebut-sebut sebagai tanah kelahiran kebab. Hal itu dibuktikan dengan bukti arkeologis daging yang ditusuk dan dipanggang sejak abad ke-9 SM. Orang Turki termasuk yang pertama kali menyempurnakan seni memanggang daging tusuk, yang akhirnya menjadi makanan pokok mereka.

Seiring berjalannya waktu, kebab menjadi simbol keramahtamahan dan disajikan pada acara-acara khusus dan pertemuan. Dua kebab Turki yang paling terkenal adalah Shish Kebab dan Doner Kebab. Shish Kebab, yang berarti ditusuk dan dipanggang, adalah kebab klasik Turki yang menampilkan daging berbentuk kubus yang dibumbui, sering kali dengan sayuran, yang dimasak dengan tusuk sate.

Doner Kebab, di sisi lain, dibuat dengan daging berbumbu yang ditumpuk di atas ludah vertikal dan dipanggang. Irisan tipis kemudian diserut dan disajikan dalam pita atau roti pipih dengan sayuran dan saus.

Selanjutnya, orang Yunani diperkenalkan dengan kebab pada masa Kekaisaran Ottoman, yang berkuasa di Yunani selama sekitar 400 tahun. Kebab versi Yunani mencerminkan pengaruh Mediterania, dengan penggunaan minyak zaitun, jus lemon, dan rempah-rempah lokal.

Souvlaki, versi Yunani dari Shish Kebab, terbuat dari daging berbentuk dadu yang dibumbui, biasanya daging babi atau ayam, yang dipanggang dengan tusuk sate. Gyros, mirip dengan Doner Kebab, menampilkan daging yang dibumbui dan dibumbui yang dimasak di atas panggangan vertikal, kemudian disajikan dalam roti pita dengan saus tzatziki, tomat, dan bawang.

Kebab juga memiliki tempat khusus dalam kuliner Persia, sejak zaman Kekaisaran Achaemenid (550-330 SM). Kebab sering disajikan pada jamuan makan dan upacara kerajaan, yang akhirnya menjadi bagian integral dari budaya Iran.

Kabab Koobideh, kebab Iran yang populer, terbuat dari daging giling, biasanya daging domba atau daging sapi, dicampur dengan parutan bawang dan rempah-rempah. Dipanggang dengan tusuk sate dan sering disajikan dengan nasi dan tomat panggang. Jujeh Kabab, kebab ayam yang dibumbui dan dipanggang, biasanya disajikan dengan nasi dan sayuran panggang.

Adapun kebab di India diperkenalkan melalui invasi Islam dan pendirian Kekaisaran Mughal pada abad ke-16. Perpaduan tradisi kuliner India dan Persia menghasilkan varian kebab yang unik. Penggunaan rempah-rempah aromatik, bumbu, dan bahan-bahan lokal menjadi ciri khas kebab India dan Pakistan.

Seekh Kebab, terbuat dari daging giling berbumbu yang dicampur dengan cincangan bawang dan rempah-rempah, dipanggang atau dimasak dalam tandoor (oven tanah liat). Sedangkan Shami Kebab terbuat dari daging cincang, lentil, dan rempah-rempah yang dibentuk menjadi roti dan digoreng.

Daging tradisional untuk kebab paling sering adalah daging kambing atau domba, tetapi resep daerah mungkin termasuk daging sapi, kambing, ayam, ikan, dan terkadang babi.

Berikut ini salahsatu resep cara membuat kebab, yang praktis dan lezat.

Bahan-bahan:

250 gram daging ayam

10 sosis sapi

Selada

Saus tomat secukupnya

Mayonaise secukupnya

Bahan untuk kulit kebab:

400 gram tepung terigu

1 sendok teh garam

1 sendok teh baking powder

1/2 sendok makan gula

Cara pembuatan:

Siapkan bahan-bahan untuk membuat kulit kebab. Campurkan semua bahan didalam wadah. Uleni hingga kalis. Sisihkan dan diamkan selama 30 menit.

Buat adonan berbentuk bola-bola, usahakan ukurannya sama. Giling adonan yang sudah dibulat. Bulat. Panaskan teflon dengan api sedang. Panggang kulit kebab. Kulit kebab siap digunakan. Selanjutnya tata daging ayam, sosis, selada secukupnya di atas kulit kebab. Tambahkan saus tomat dan mayonnaise.Gulung kebab dan siap dikemas. (net/mea)

Editor : Editor Satu
#kebab