Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sayonara Bobby

Prans Metro • Sabtu, 11 Maret 2023 | 19:17 WIB
Roberto Firmino dan Jurgen Klopp di sesi latihan Liverpool beberapa waktu lalu. Bobby Firmino sudah mengungkapkan keinginan untuk meninggalkan Liverpool akhir musim ini. IST
Roberto Firmino dan Jurgen Klopp di sesi latihan Liverpool beberapa waktu lalu. Bobby Firmino sudah mengungkapkan keinginan untuk meninggalkan Liverpool akhir musim ini. IST

Oleh: PRAN HASIBUAN


Fans Liverpool seantero dunia sedang mewek. Untuk musim ini, alasannya mungkin ada dua; pertama karena performa tim yang tengah bapuk; kedua adalah sinyal kepergian Roberto Firmino Barbosa de Olievera alias Roberto Firmino.


Bagaimana tidak, delapan tahun bersama tim yang bermarkas di Anfield, Firmino sudah memberikan segalanya bagi fans The Reds. Mulai dari piala domestik hingga gelar eropa dan dunia. Tak bisa dipungkiri, Firmino merupakan salah satu aset penting tim untuk bersaing menjadi pemenang di banyak kompetisi.


Kita runut dulu soal penampilan The Reds musim 2022/2023 yang angin-anginan. Musim di mana semua penggemar Liverpool merasa klub tidak mampu bersaing di trek juara liga, sebelum kedatangan Jurgen Klopp.


Performa angin-anginan ini menandakan bahwa skuat Klopp membutuhkan era baru. Bahwa banyak terdapat nama-nama lawas dengan usia senja, yang dinilai publik Anfield tak mampu lagi masuk dalam strategi pelatih berpaspor Jerman tersebut.


Adapun usia pemain yang tergolong sudah matang, tetapi lebih akrab dengan meja perawatan. Seperti Naby Keita, Alex Oxlade-Chamberlain, dan Thiago Alcantara. Ada juga pemain muda asal akademi sendiri, Curtis Jones, dianggap masih jauh dari ekspektasi. Begitu pula dengan performa Fabinho, yang tampak sangat mengkhawatirkan untuk memimpin lini tengah bersama nama-nama lawas maupun pemain muda.


Harapan terpancar dari kelincahan pemain muda seperti Harvey Elliot dan Fabio Carvalho. Namun khusus nama terakhir, belakangan seperti tak lagi 'dianggap' dalam skuat. Eks Fulham itu diketahui kerap tak masuk line up pertandingan. Malah belakangan ia banyak terlihat sebagai penghangat bangku cadangan.


Syukurnya Liverpool punya Stefan Bajcetic. Sejauh ini, pemain 19 tahun mampu menjawab kepercayaan Klopp untuk menambal kerapuhan lini tengah. Ia tampak tenang dengan ataupun tanpa bola, punya teknik mumpuni, visi bermain yang terarah, dan menjanjikan sebagai bintang masa depan tim. Bersama Eliott ataupun gelandang senior lainnya, Bajcetic ketika dimainkan selalu menampilkan statistik aduhai.


Kerapuhan lini tengah inilah yang membuat Liverpool sulit menang di musim ini. Bahkan melawan tim-tim medioker atau papan bawah sekalipun, The Reds malah gampang ditaklukkan. Ditambah lagi kepergian Sadio Mane di awal musim panas lalu. Trio maut yang selama ini menjadi penopang kesuksesan tim, harus berganti era. Darwin Nunez pun disiapkan. Ditebus dengan harga fantastis dari Benfica. Namun Nunez tampak masih membutuhkan jurus 'adaptasi otot besi' di musim pertamanya, meski telah menunjukkan bakat besar sebagai pemain top dunia.


Sebelumnya ada Luis Diaz yang masuk di musim dingin tahun lalu. Dan memang disiapkan sebagai penerus Supermane. Sayang, Diaz harus menepi panjang akibat cidera. Transisi lini depan pun sedikit di luar rencana Klopp. Ditambah dengan Diogo Jota serta Firmino yang ikut masuk ruang perawatan.


Liverpool lantas bergerak cepat dengan mendatangkan Cody Gakpo dari PSV Eindhoven di musim dingin. Ingin menambal posisi lini serang yang terlihat kekurangan daya gedor. Begitupun Gakpo tidak langsung nyetel dengan permainan tim. Berbeda dengan Diaz di musim perdananya. Hal itu disebabkan banyak pemain inti yang dalam kondisi fit, tidak seperti di musim ini sehingga jelas sangat memengaruhi performa skuat secara keseluruhan.


Perlahan tapi pasti, transisi lini serang Klopp sejatinya baru dimulai. Trio Salah, Nunez, dan Gakpo bak menemukan ritme yang harmonis. Mereka saling mengenal permainan dan kepribadian masing-masing. Ditambah lagi beberapa pemain kunci sudah kembali ke tim. Seperti Virgil van Dijk, Firmino, Jota hingga Luis Diaz yang akan segera siap merumput lagi. Meluluhlantakkan Manchester United 7-0 pekan lalu, adalah buktinya. Begitupun tak boleh jemawa, sebab hasil itu belum menentukan Liverpool akan masuk empat besar di akhir musim.


Jika mereka semua fit, Klopp tentu punya banyak opsi di departemen tersebut. Bahkan punya dua sampai tiga opsi trio baru yang siap menjadikan sejarah baru bagi Merseyside Merah dan sepakbola dunia.


Kondisi ini pulalah yang mendorong Bobby -- sapaan Liverpudlians untuk Roberto Firmino -- ingin mencari tantangan baru di luar Inggris. Seiring kontraknya yang juga habis akhir musim ini. Ia bahkan sudah menyatakan jika harus pindah di musim panas nanti, tidak akan menerima pinangan klub-klub EPL. Terungkap bahwa Bobby Firmino ingin memberi kesempatan lebih banyak bagi Nunez maupun Gakpo, untuk berkembang lagi di usia produktif mereka.


Ini indikasi karakter Bobby yang kuat, bahwa kepentingan klub adalah prioritas utama daripada kepentingan pribadi. Kesan-kesan seperti ini pula telah Firmino perlihatkan selama berkostum merah-merah. Mulai dari merelakan nomor punggung 11 untuk Mohamed Salah, bersedia diposisikan di mana pun oleh pelatih, dan sampai tak pernah egois dalam urusan mencetak gol. Pemain Brazil pemilik senyum aduhai ini pun mempunyai selebrasi khas dan unik selepas mencatatkan namanya di papan skor.


Bobby tentu menjadi aset berharga bagi tim. Kehadirannya dalam permainan membuat seluruh taktik Klopp dan Pep Linjders dapat berjalan mulus. Tanpa mengesampingkan peran sang kapten, Jordan Henderson, Virgil van Dijk ataupun Alisson Becker, intensitas Liverpool adalah manifestasi dari karakter kuat Bobby Firmino.


Dikabarkan bahwa Bobby telah menyampaikan keinginan pergi di akhir musim kepada Klopp. Dengan alasan di atas tadi, Klopp rasa-rasanya tidak akan bisa menolaknya lagi. Apalagi eks pelatih Borrusia Dortmund itu punya karakter kuat seperti Bobby: eksistensi dan prestasi klub adalah yang nomor satu. Meski berat hati, Klopp tentu siap melepas salah satu anak kesayangannya tersebut.


Sebelum pergi, Liverpool harus memanfaatkan betul keberadaan Firmino. Terutama peran Klopp yang ingin menciptakan false nine baru setelah era Bobby, apakah itu sosok Nunez, Gakpo bahkan Jota. Atau justru Klopp ingin menciptakan inovasi tanpa false nine dengan era baru musim depan.


Sementara di lini tengah, Klopp telah memberi sinyal kepada FSG selaku pemilik klub, supaya jor-joran membeli pemain tepat guna sesuai kebutuhan tim. Nama-nama seperti Jude Bellingham, Matheus Nunes, Mason Mount dan lainnya yang santer diberitakan, menjadi bidikan Liverpool guna memerkuat pos tersebut.


Tak ketinggalan pula di sisi belakang, beberapa nama terus dipantau oleh pemandu bakat Liverpool. Mengingat pada pos itu juga memerlukan penyegaran dan penguatan sehingga di era baru musim depan, The Reds kembali mampu meramaikan trek juara baik di EPL ataupun kancah Eropa.


Dengan begitu fans Liverpool sedunia takkan mewek lagi, melainkan terus tersenyum aduhai seperti Bobby yang ingin melihat klub bersejarah ini banjir tropi. Dan paling tidak, kebahagiaan fans Liverpool pascamenang besar melawan Setan Merah, masih membekas hingga kini. 'Sayonara Bobby'! (*)

Editor : Prans Metro
#Bobby Firmino #liverpool #jurgen klopp