FLORIDA, METRODAILY – NASA resmi meluncurkan misi berawak Artemis II, menandai kembalinya manusia ke jalur menuju Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo program.
Peluncuran dilakukan dari Kennedy Space Center, Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 EDT, menggunakan roket Space Launch System (SLS) yang membawa kapsul awak Orion.
Misi ini membawa empat astronot:
- Reid Wiseman
- Victor Glover
- Christina Koch
- Jeremy Hansen
Misi 10 Hari, Uji Jalan Menuju Pendaratan Bulan
Artemis II merupakan misi berdurasi sekitar 10 hari yang akan mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Ini menjadi langkah krusial sebelum misi pendaratan manusia berikutnya dalam dekade ini.
Setelah lepas landas, kapsul Orion berhasil memasuki orbit tinggi Bumi untuk pemeriksaan sistem sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bulan.
Dalam perjalanan, Orion akan melakukan manuver “lintasan dekat Bulan” menggunakan jalur free return trajectory, yakni lintasan alami yang memungkinkan pesawat kembali ke Bumi tanpa dorongan tambahan.
Selama misi, awak akan:
- Menguji sistem navigasi dan komunikasi di luar orbit rendah Bumi
- Mengevaluasi sistem daya dan kontrol termal
- Menguji operasi manusia di ruang angkasa jarak jauh
Salah satu momen paling kritis adalah saat kapsul kembali ke atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 40.000 km/jam.
Pengujian perisai panas Orion menjadi kunci keberhasilan misi, sebelum tahap berikutnya: pendaratan manusia di Bulan.
Kapsul diperkirakan mendarat di Samudra Pasifik dan akan dievakuasi oleh tim penyelamat.
Balapan Baru Menuju Bulan
Misi ini juga menandai percepatan ambisi Amerika Serikat dalam eksplorasi luar angkasa, di tengah persaingan global—terutama dengan China—yang juga menargetkan pendaratan manusia di Bulan.
Artemis II menjadi fondasi penting bagi:
- Misi pendaratan Artemis berikutnya
- Pengembangan eksplorasi Mars
- Dominasi teknologi luar angkasa abad ke-21. (jpc)