METRODAILY – Peluang asteroid 2024 YR4 menabrak Bumi pada tahun 2032 mengalami peningkatan signifikan, menurut pembaruan terbaru dari NASA.
Badan antariksa tersebut kini mencatat kemungkinan tabrakan mencapai 3,1% atau sekitar 1 banding 32, naik dari prediksi sebelumnya sebesar 1,2% pada akhir Januari.
Data dari Center for Near Earth Object Studies (CNEOS), lembaga di bawah NASA yang memantau objek dekat Bumi, menunjukkan bahwa sejak awal Februari peluang tabrakan asteroid ini terus meningkat.
Pada 10 Februari, kemungkinan tabrakan mencapai 2,2% (1 banding 45), sebelum akhirnya naik lagi dalam hitungan pekan.
Menanggapi peningkatan risiko ini, NASA mengerahkan teleskop luar angkasa Webb untuk melakukan observasi lebih mendalam terhadap asteroid 2024 YR4.
Para astronom berharap pengamatan tambahan dapat menghasilkan pemodelan yang lebih akurat untuk memperkirakan lintasan asteroid secara lebih presisi.
Namun, para ilmuwan menekankan bahwa tren peningkatan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa.
Menurut Bruce Betts, kepala ilmuwan Planetary Society, dalam banyak kasus peluang tabrakan asteroid memang cenderung meningkat sebelum akhirnya menurun secara signifikan seiring dengan perbaikan data dan model orbit.
Saat ini, asteroid 2024 YR4 tetap menjadi salah satu objek dengan risiko tabrakan tertinggi dalam daftar pengawasan sejumlah badan antariksa.
Dengan ukuran diperkirakan antara 40 hingga 90 meter, dampak potensial dari tabrakan masih belum dapat ditentukan secara pasti.
Asteroid ini saat ini sedang menjauh dari Bumi dan diperkirakan akan menghilang dari jangkauan teleskop sekitar bulan April.
Namun, ia akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2028, memberi para ilmuwan kesempatan lebih lanjut untuk melakukan pengamatan yang lebih rinci.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik, mengingat masih ada ketidakpastian dalam lintasan asteroid ini. Para ahli terus bekerja untuk memastikan prediksi yang lebih akurat dan mempersiapkan langkah mitigasi jika diperlukan. (dtc)
Editor : Editor Satu