METRODAILY - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-32 dengan eskalasi militer yang kian meluas. Serangan udara terus mengguncang sejumlah kota strategis Iran, sementara tekanan diplomatik dan ancaman terhadap sektor energi global semakin meningkat.
Serangan udara terbaru dilaporkan menghantam ibu kota Teheran dan kota industri Isfahan. Ledakan besar terdengar di sejumlah titik, menandai intensitas operasi militer yang belum mereda sejak awal konflik.
Di sisi lain, Iran menunjukkan bahwa kapasitas militernya belum lumpuh. Gelombang serangan ke-87 dalam sebulan diluncurkan, termasuk operasi angkatan laut sebagai sinyal bahwa kekuatan mereka masih signifikan.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April
AS: Target Perang Bisa Tercapai dalam “Beberapa Minggu”
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa tujuan militer Washington berada di jalur yang tepat.
“Tujuan perang ini bisa tercapai dalam hitungan minggu, bukan bulan,” ujarnya.
Ia juga mengungkap bahwa komunikasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung, meski sebagian besar melalui jalur tidak langsung.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas ekspor minyak utama Iran jika kesepakatan damai tidak segera tercapai.
Baca Juga: Pemulihan Belum Tuntas, Status Transisi Darurat Bencana di Madina Kembali Diperpanjang
Selat Hormuz Terancam, Energi Global Terguncang
Iran mengambil langkah strategis dengan menyetujui pungutan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Langkah ini memperbesar risiko gangguan pasokan energi global, apalagi di tengah ancaman serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur minyak di kawasan Teluk.
Dampak perang meluas ke berbagai kawasan:
- Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat delapan rudal balistik yang mengarah ke Riyadh.
- NATO mencegat rudal Iran yang menuju Turki.
- Serangan juga menargetkan kapal tanker minyak Kuwait di Dubai.
Di Israel, kilang minyak Haifa terbakar akibat puing proyektil yang dicegat. Sementara itu, militer Israel mengklaim menyerang fasilitas yang terkait dengan pengembangan senjata di Teheran.
Baca Juga: Negara Teluk Desak Donald Trump Lanjutkan Serangan ke Iran
Korban dan Ketegangan Tambahan
Iran mengonfirmasi tewasnya komandan angkatan lautnya, Laksamana Alireza Tangsiri, dalam serangan terbaru.
Di kawasan lain:
- Serangan drone menargetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad.
- Tiga personel penjaga perdamaian PBB tewas di Lebanon.
Perang ini mulai mengguncang ekonomi global:
- Harga minyak mentah AS (WTI) menembus USD 100 per barel.
- Harga bahan bakar melonjak di berbagai negara.
- Negara seperti Norwegia dan Bangladesh mengambil langkah darurat untuk menekan konsumsi energi.
Baca Juga: Tapsel Bangkit dari Bencana! Gus Irawan Tetapkan 5 Prioritas Pembangunan 2027
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut perang telah melewati “setengah jalan”, namun tanpa kepastian kapan akan berakhir.
Dengan tekanan militer yang terus meningkat, ancaman terhadap jalur energi global, serta diplomasi yang belum membuahkan hasil konkret, konflik ini kini memasuki fase krusial yang berpotensi menentukan arah geopolitik kawasan—bahkan dunia. (alc)