Kursi Kepausan Kosong, Siapa Pengganti Paus Fransiskus?
Admin Metro Daily• Senin, 21 April 2025 | 17:07 WIB
Paus Fransiskus meninggal dunia dan meninggalkan kursi kepausan kosong.
VATIKAN, METRODAILY – Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4) pagi di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan kini memasuki masa sede vacante—periode kekosongan kursi kepausan.
Situasi ini memunculkan satu pertanyaan penting: siapa yang akan memimpin Gereja Katolik selanjutnya?
Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun setelah berjuang panjang melawan komplikasi pernapasan dan gangguan ginjal di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Kesehatannya yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir sempat memunculkan kekhawatiran atas kesiapan Vatikan menyambut Tahun Suci 2025.
Sesuai tradisi Gereja Katolik, setelah wafatnya seorang Paus, proses pemilihan pemimpin baru akan dilakukan melalui konklaf—sebuah pertemuan rahasia para kardinal yang memiliki hak pilih.
Pemilihan berlangsung di Kapel Sistina, Vatikan, dan membutuhkan suara dua pertiga dari total kardinal pemilih untuk memilih Paus baru.
Konklaf terakhir terjadi pada 2013, saat Jorge Mario Bergoglio dari Argentina terpilih menjadi Paus Fransiskus menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.
Beberapa Nama yang Berpeluang
Sejumlah nama muncul sebagai kandidat kuat dalam konklaf mendatang, baik dari kalangan konservatif maupun moderat. Berikut beberapa tokoh yang disebut-sebut memiliki peluang besar:
Kardinal Pietro Parolin (70 tahun) – Sekretaris Negara Vatikan sejak 2013 dan dikenal sebagai sosok moderat yang diplomatis. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dalam Kuria Roma.
Kardinal Peter Erdo (72 tahun) – Tokoh konservatif asal Hungaria yang dikenal vokal menentang penerimaan Komuni bagi umat Katolik yang bercerai dan menikah kembali.
Kardinal Luis Antonio Tagle (67 tahun) – Kardinal asal Filipina yang dikenal berhaluan progresif dan dekat dengan isu-isu sosial, termasuk sikap terbuka terhadap komunitas LGBTQ dan para ibu tunggal.
Kardinal Matteo Zuppi (69 tahun) – Presiden Konferensi Waligereja Italia dan dikenal sebagai salah satu tokoh kesayangan Paus Fransiskus. Ia aktif dalam diplomasi perdamaian, termasuk misi ke Ukraina dan Amerika Serikat.
Kardinal Raymond Leo Burke (75 tahun) – Tokoh konservatif asal Amerika Serikat yang selama ini kerap menjadi kritikus tajam terhadap kebijakan-kebijakan liberal Paus Fransiskus.
Pemilihan Paus baru bukan hanya soal pergantian figur, tetapi juga arah baru bagi Gereja Katolik global. Apakah kepemimpinan ke depan akan melanjutkan semangat reformasi ala Paus Fransiskus, atau kembali pada garis konservatif?
Jawaban atas pertanyaan itu akan ditentukan dalam konklaf yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. (ol)