SIMALUNGUN, METRODAILY – Seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tewas setelah tertabrak mobil penumpang (mopen) PT Bandar Jaya Trans di jalan umum Km 18–19 jurusan Pematangsiantar–Parapat, tepatnya di Dusun Marihat Dolok, Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Selasa (17/2) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga kini identitasnya belum diketahui.
Unit Inafis Sat Reskrim dan Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun berkolaborasi menggunakan teknologi MAMBIS (Management Biometric System) milik Polri untuk mengidentifikasi korban melalui pencocokan sidik jari dengan database kependudukan nasional.
Baca Juga: Jelang Ramadan-Idulfitri, Inflasi Siantar Tembus Target Nasional
“Kami menggunakan teknologi MAMBIS yang merupakan sistem biometrik canggih milik Polri. Alat ini berfungsi mencocokkan sidik jari dengan database kependudukan nasional,” ujar Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun, Ipda Yancen Hutabarat, Rabu (18/2).
Namun, sistem belum menemukan kecocokan data.
“Kemungkinan korban belum pernah merekam data biometrik atau memang tidak memiliki dokumen kependudukan,” tambahnya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi Boy Mitha Gandil Sitanggang (19), kecelakaan terjadi saat mobil Daihatsu Grand Max BK 1137 WS milik PT Bandar Jaya Trans melaju dari arah Parapat menuju Pematangsiantar.
Kendaraan tersebut dikemudikan Libel Desfernando Haloho (23).
Baca Juga: Bawa Sabu dan Pistol, Pengemudi BMW di Batu Bara Ditangkap Polisi
“Sesampainya di TKP, pejalan kaki yang diduga ODGJ tiba-tiba menyeberang dari sisi kiri ke sisi kanan jalan. Pengemudi tidak sempat menghindar,” jelas Yancen.
Saat kejadian, kondisi cuaca cerah pada malam hari dengan arus lalu lintas sedang. Lokasi berada di kawasan permukiman warga. Jalan nasional tersebut memiliki lebar sekitar 5,60 meter, beraspal, terdapat marka jalan, namun tidak terdapat rambu lalu lintas. Kondisi jalan lurus dan agak menurun dari arah Parapat menuju Pematangsiantar.
Polisi memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan memiliki kelengkapan administrasi berkendara.
“Pengemudi dapat menunjukkan SIM A dan STNK lengkap. Kendaraan juga memenuhi standar keselamatan,” ungkap Yancen.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan SIM dan STNK, Satlantas Polres Tanjungbalai Gelar “Polantas Menyapa”
Polisi Imbau Masyarakat Bantu Identifikasi
Meski MAMBIS belum berhasil mengungkap identitas korban, polisi terus melakukan penelusuran dengan mencari informasi ke masyarakat sekitar, rumah sakit jiwa, maupun panti rehabilitasi.
“Kami tidak menyerah. Kerja sama dengan Tim Inafis sudah maksimal, sekarang kami membutuhkan bantuan masyarakat,” tegas Yancen.
Polres Simalungun mengimbau warga, khususnya di Kecamatan Dolok Panribuan dan sekitarnya, yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban agar segera melapor ke Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun atau datang langsung ke Mapolres.
Saat ini jenazah korban berada di rumah sakit sambil menunggu pihak keluarga. (rel)