JAKARTA, METRODAILY – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat perputaran dana judi online (judol) sepanjang 2025 mencapai Rp286,84 triliun.
Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp359,81 triliun.
“PPATK mencatat perputaran dana judol pada tahun 2025 sebesar Rp286,84 triliun yang dilakukan dalam 422,1 juta transaksi. Jumlah ini menurun 20 persen dibandingkan tahun 2024,” tulis PPATK dalam siaran pers yang dirilis, Selasa (—/—).
Penurunan tersebut juga diikuti berkurangnya total deposit judi online. Pada 2025, nilai deposit judol tercatat Rp36,01 triliun, turun dibandingkan 2024 yang mencapai Rp51,3 triliun.
Baca Juga: Berdiri di Pinggir Jalan Sambil Bawa Sabu, Pria 44 Tahun Diciduk Polisi di Siantar
PPATK mencatat sekitar 12,3 juta orang melakukan deposit judol melalui berbagai kanal, mulai dari perbankan, dompet digital (e-wallet) hingga QRIS.
Namun, PPATK melihat adanya pergeseran modus transaksi, di mana penggunaan QRIS meningkat signifikan dibandingkan setoran melalui bank maupun e-wallet.
Menurut PPATK, penurunan perputaran dana dan nominal deposit judol tidak terlepas dari langkah penanganan yang lebih terintegrasi.
Baca Juga: 1.251 Paket MBG Disalurkan ke SMAN 3 Siantar
“Turunnya total nominal deposit dan angka perputaran dana judol disebabkan oleh penerapan strategi yang tepat serta kolaborasi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta dalam pencegahan dan pemberantasan judi online,” tulis PPATK.
Secara keseluruhan, sepanjang 2025 PPATK menerima 43.723.386 laporan transaksi keuangan dari berbagai jenis pelaporan. Rinciannya, 3.557.473 Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) yang turun 3,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Sementara itu, Laporan Transfer Dana dari dan ke Luar Negeri (LTKL) mencapai 39.835.917 laporan, meningkat signifikan 25,7 persen YoY. PPATK juga menerima 183.281 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) atau naik 2,7 persen YoY.
Baca Juga: Nova Eliza Keluhkan Tarif Taksi di Bandara Bali: Ditawari Rp400 Ribu hingga Rp800 Ribu
Selain itu, terdapat 125.093 Laporan Transaksi Penyedia Barang dan Jasa (LT PBJ) yang menurun 4,6 persen YoY, serta 7.418 Laporan Pembawaan Uang Tunai (LPUT) yang turun 15,7 persen YoY. (kdc)
Editor : Editor Satu