KABANJAHE, METRODAILY — Aksi brutal puluhan remaja di Kabanjahe akhirnya dibubarkan paksa aparat.
Dalam patroli subuh sekitar pukul 03.00 WIB, Polres Tanah Karo menangkap basah sekelompok pemuda yang terlibat tawuran di sekitar Tugu Bambu Runcing, Kecamatan Kabanjahe, Minggu (20/7).
Sebanyak 10 remaja diamankan—beberapa masih berstatus pelajar, sebagian lagi pengangguran. Ironisnya, dari tangan mereka polisi menyita celurit panjang, gergaji kayu, serta sepeda motor dan ponsel yang digunakan dalam aksi.
Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M. Tr. Opsla mengaku prihatin dengan maraknya keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi kekerasan jalanan.
“Sangat disayangkan, anak-anak muda kita justru terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bahkan ada yang membawa senjata tajam,” tegasnya.
Ia pun menyerukan peran aktif orang tua untuk mengawasi anak-anaknya, terutama saat malam hingga dini hari.
“Ini bukan sekadar soal hukum, ini soal masa depan mereka. Jangan sampai anak-anak kita jadi pelaku atau korban kekerasan,” tegas Kapolres.
Barang bukti yang diamankan meliputi dua celurit, satu gergaji kayu, lima unit HP, dan beberapa motor yang digunakan para pelaku.
Polres Tanah Karo memastikan akan menggencarkan patroli malam dan dini hari di titik-titik rawan.
Masyarakat juga diimbau tidak segan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. (mg)
Editor : Editor Satu