JAKARTA, METRODAILY - Upaya penyelundupan narkoba semakin canggih dengan berbagai modus baru. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan yang menyembunyikan sabu dalam tangki bahan bakar minyak (BBM) serta mendistribusikan narkoba menggunakan mobil mewah yang telah dimodifikasi.
Sejak awal Februari 2025, BNN telah mengungkap 14 kasus peredaran narkoba dan menangkap 37 tersangka. Salah satu modus terbaru yang terungkap adalah penyimpanan sabu dalam tangki BBM kendaraan.
Kepala BNN Komjen Martinus Hukom mengungkapkan bahwa pengungkapan ini bermula dari pemantauan terhadap sebuah mobil di wilayah Sumatera Utara.
“Petugas menghentikan kendaraan tersebut di Rest Area Tebing Tinggi dan membawanya ke Gedung Keuangan Negara Kota Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Hasil penggeledahan menemukan sebelas bungkus sabu seberat 10,96 kilogram yang disembunyikan dalam tangki BBM mobil Pajero Sport.
Dua tersangka berinisial T dan I turut diamankan, dan barang bukti diperlihatkan kepada publik pada Senin (3/3).
Modus ini melibatkan modifikasi tangki BBM, di mana bagian dalamnya disekat menjadi dua ruang terpisah—satu untuk BBM dan satu lagi untuk narkoba.
Selain modus tangki BBM, pengedar juga memanfaatkan mobil mewah sebagai alat transportasi narkoba.
Pada 18 Februari 2025, BNN menyita 89,6 kilogram sabu dari seorang tersangka berinisial Y yang merupakan bagian dari jaringan transporter darat Aceh–Medan.
“Tersangka Y tertangkap saat menyerahkan mobil mewah yang telah dimodifikasi dengan tambahan kompartemen dalam bagasi untuk menyembunyikan 30 bungkus sabu,” kata Martinus.
Investigasi lanjutan di Jalan Binjai, Langkat, Sumatera Utara, mengungkap 60 paket sabu lainnya dalam mobil yang telah dimodifikasi serupa. Hingga kini, petugas masih memburu tersangka M yang diduga menjadi otak di balik jaringan ini.
Kasus ini menunjukkan bahwa sindikat narkoba terus berinovasi dalam menghindari deteksi aparat. BNN bersama aparat terkait berkomitmen untuk memperkuat pengawasan dan menindak tegas pelaku peredaran narkotika di Indonesia. (jp)
Editor : Editor Satu