Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kades Muara Bolak Diduga Tantang Ketua FKW Sebelum Bentrok

Admin Metro Daily • Rabu, 26 Februari 2025 | 12:40 WIB

Sekretaris FKW Muara Bolak, Panusur Nadeak.
Sekretaris FKW Muara Bolak, Panusur Nadeak.

TAPTENG, METRODAILY – Insiden penganiayaan terhadap Kepala Desa (Kades) Muara Bolak, Saihot Pandiangan, diduga bermula dari ketegangan yang sudah lama terjadi antara dirinya dan AHG, Ketua Forum Komunikasi Warga (FKW) Muara Bolak.

Menurut Sekretaris FKW, Panusur Nadeak, konflik ini dipicu oleh berbagai sorotan FKW terhadap penggunaan Dana Desa, termasuk dugaan penyimpangan dalam Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Sejumlah warga yang namanya terdaftar sebagai penerima manfaat mengaku tidak menerima bantuan sesuai ketentuan.

“Saya salah satunya. Seharusnya menerima empat kali, tapi hanya mendapat satu kali,” ungkap Panusur, Selasa (25/2).

Pada September 2024, FKW mengirimkan surat ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muara Bolak untuk mempertanyakan kejelasan penyaluran BLT.

Namun, karena tak ada tanggapan, mereka melayangkan surat ke Inspektorat Tapanuli Tengah pada 13 Februari 2025.

Merasa diabaikan, FKW akhirnya sepakat menggelar aksi damai di kantor desa pada 27 Februari 2025. Panusur menduga rencana aksi ini membuat Saihot resah.

Pada 23 Februari 2025, Saihot menemui Panusur di sebuah warung dekat rumahnya. Dalam perbincangan itu, Saihot menyebut, “Kita ini kayaknya mau perang.”

Panusur menegaskan bahwa aksi yang direncanakan adalah demonstrasi damai, bukan ajakan konflik. Namun, Saihot tetap meminta agar aksi dibatalkan.

Setelah pertemuan itu, Saihot mendatangi rumah AHG. Menurut pengakuan AHG kepada Panusur, saat pertemuan itu Saihot menyatakan, “Kalau demo tidak bisa dihentikan, berarti kita perang.”

AHG pun menanggapi, “Oke, kita perang, tapi bukan fisik. Kalau perang data, silakan.”

Namun, setelah pernyataan itu, Saihot diduga melayangkan pukulan ke perut AHG. AHG memilih mundur dan masuk ke rumahnya, sementara Saihot pergi ke sebuah warung kopi di depan kantor desa.

Tidak lama kemudian, AHG datang ke warung dan mengajak Saihot duel, yang akhirnya berujung pada bentrokan fisik dan penganiayaan.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian. (Ztm)

Editor : Admin Metro Daily
#kades dianiaya #kasus penganiayaan