Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Cerita Tragis Detik-detik Pembunuhan Wanita Muda di Paluta

SAMMAN • Sabtu, 6 Januari 2024 | 11:29 WIB

Polisi evakuasi dan olah TKP di lokasi penemuan mayat di area pekarangan Gedung Serbaguna (Paluta), tepatnya, di saluran pembuangan air Kantor Dinas Sosial Paluta, Selasa (2/1). (Samman/MetroDaily)
Polisi evakuasi dan olah TKP di lokasi penemuan mayat di area pekarangan Gedung Serbaguna (Paluta), tepatnya, di saluran pembuangan air Kantor Dinas Sosial Paluta, Selasa (2/1). (Samman/MetroDaily)
PALUTA, METRODAILY-SAH (21), gadis muda yang jasadnya ditemukan Selasa (2/1/2024) kemarin di Komplek Serbaguna, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara, dibunuh oleh tetangganya hanya karena masalah utang-piutang

Polsek Padang Bolak, pada Kamis (4/1) telah mengamankan Pirman Siregar (19) di salah satu rest area (peristirahatan) Tol Medan-Tebing Tinggi KM 65. Pemuda itu bersedia menyerahkan diri setelah polisi membujuk melalui orangtuanya.

Pirman, berstatus mahasiswa di Kota Medan. Masih satu kampung dengan korban di Desa Saba Bangunan, Kecamatan Padang Bolak. Juga berkerabat dekat, dan bertetangga. Dan disebut pernah berpacaran.

Pada Sabtu (30/12/2023) malam, sekira pukul 21.00 Wib. SAH bertemu dengan Pirman, di kampung mereka. SAH menagih piutang sebesar Rp 300 Ribu kepada Pirman yang baru pulang kampung. Pertemuan keduanya, tidak begitu tegang, dan masih sempat berjalan berboncengan dengan sepedamotor milik SAH ke beberapa tempat.

Hingga pukul 23.00 Wib, keduanya memutuskan pulang setelah berbincang di salah satu gerai makanan di depan Kantor Bupati Paluta, Jalan Gunungtua-Padangsidimpuan. Di atas sepedamotor dalam perjalanan, SAH kembali menagih utang Pirman.

"Pirman Siregar menjawab, 'Sabar del, belum ada'. Dan selanjutnya korban menjawab dengan suara yang keras, 'gak perduli aku itu, harus ada hari ini, kalau enggak kita pergi sama-sama menjumpai Nantulang (Ibu Pirman) untuk meminta duit itu'," ulas Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, Jumat (5/1).

Pirman kemudian menghubungi temannya. Mencari pengganti utang yang ditagih SAH. Namun tidak berhasil. Pirman terdesak, kalut dan mengalihkan arah pulang ke kawasan Komplek Serbaguna di Jalan Kota Pinang-Gunungtua.

Di kawasan sepi penduduk ini, Pirman beralasan ingin buang air kecil. Dan memarkirkan sepedamotor mereka di antara kantor Dinas Sosial Kabupaten Paluta di kawasan ini.

Saat SAH lengah. Dari bekakang, Pirman dengan kaos yang dibukanya, membekap bagian wajah SAH. SAH berontak, Pirman meninju kepalanya dengan tangan kiri. SAH menggigit jari Pirman. Lalu tumbang usai perutnya ditendang berulang kali dengan lutut dan kaki oleh Pirman.

"Dikarenakan PS mendengar suara orang dari arah kantor Dinas Sosial, kemudian PS mendorong sepeda motor korban ke jalan keluar. Dan setelah itu PS menghidupkan sepeda motor korban dan pergi meninggalkan TKP," ungkap AKP Zulfikar sesuai pengakuan Pirman.

Ternyata Pirman belum puas. Saat berada di Jalan Kota Pinang-Gunungtua, tepatnya di Desa Huta Lombang. Pirman berpikir untuk menghabisi nyawa SAH. Di sana perempuan itu masih terkulai di atas aspal jalan buntu itu.

Pirman kemudian membeli pisau cutter berwarna biru. Di salah satu warung, dekat itu. Ia kemudian kembali ke tempat SAH ditinggal tak berdaya. "Anjing kau Pirman," maki SAH parau.

Pemuda itu datang lebih beringas. Membekap mulut SAH hingga kesulitan bernapas. Dijambaknya rambut SAH, kemudian meninju berkali-kali wajah perempuan muda tersebut.

"Melihat korban tidak lagi bernapas kemudian PS mengangkat korban dan memasukkan korban kedalam selokan dan selanjut nya PS menggorok leher korban dengan menggunakan pisau carter yang dibelinya," ulas AKP Zulfikar.

Pirman membuang pisau cutter di dekat korbannya. Mengambil dua buah cincin emas dari jemari tubuh tak berjiwa itu. Juga handphone milik SAH. Pirman menghisap sebatang rokok, menenangkan diri sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu dan berupaya menyembunyikan perbuatan kejinya. (SAN)

Editor : SAMMAN
#dibunuh #pembunuhan perempuan #perempuan muda dibunuh #Polres Tapanuli Selatan #paluta