“Lokasinya berada di pusat Kota Sibolga dan berdekatan dengan kantor instansi pemerintahan, dan juga markas militer,” kata Parulian Sihotang kepada wartawan di Sibolga, Senin (14/8).
Parulian Sihotang menegaskan, dugaan praktik perjudian berkedok game ketangkasan tembak ikan tersebut meresahkan masyarakat dan sangat tidak mendidik. Sebaliknya, dapat merusak masa depan generasi muda sebagai penerus bangsa. “Tapi kenapa game ketangkasan tembak ikan tersebut seolah “direstui” untuk beroperasi kembali setelah sekian lama ditutup,” kata Parulian.
Parulian yang didampingi Ketua LSM Metro Watch Janner Silitonga mengaku tidak mengetahui apakah pihak pengelola game ketangkasan tembak ikan tersebut sudah mengantongi izin dari instansi yang terkait atau tidak. “Kami yakin, dengan beroperasinya game ketangkasan tembak ikan tersebut akan menimbulkan persoalan baru di tengah sulitnya kondisi ekonomi masyarakat saat ini,” kata Parulian.
Janner Silitonga mengaku sependapat, game ketangkasan tembak ikan tersebut dapat memicu terjadinya krisis keuangan di rumah tangga, khususnya warga Kota Sibolga yang terjebak ke dalam permainan. “Kalau hal itu (krisis keuangan) terjadi, maka akan memicu persoalan yang lain dalam kehidupan rumah tangga warga Kota Sibolga. Maka, sebelum berlarut, sebaiknya game ketangkasan tembak ikan tersebut ditutup saja,” ketus Janner.
Kedua tokoh tersebut kemudian meminta kepada aparat terkait di Kota Sibolga segera menutup operasional game ketangkasan tembak ikan tersebut secara permanen. (rb) Editor : Metro Daily