TAPUT, METRODAILY — Perselisihan batas tanah di Desa Hutatinggi, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), berujung aksi kekerasan. Seorang warga berinisial L.M (50) mengalami sejumlah luka setelah diduga diserang menggunakan benda tajam, Sabtu (5/9/2026).
Dalam kasus ini, P.M (47) disebut sebagai pihak yang diduga melakukan penyerangan. Polisi telah mengamankan P.M setelah yang bersangkutan menyerahkan diri bersama barang bukti berupa parang.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, peristiwa bermula ketika L.M dan P.M berada di lahan perladangan masing-masing. Lokasi kedua lahan tersebut tidak jauh dari rumah keduanya.
Baca Juga: Dua Rumah Terbakar di Humbahas, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
Keduanya kemudian terlibat perdebatan terkait batas tanah. Perselisihan itu berkembang menjadi pertengkaran hingga terjadi dugaan penyerangan menggunakan benda tajam.
Tak lama setelah kejadian, L.M pulang ke rumah dalam kondisi bersimbah darah. Ia mengalami luka pada bagian leher dan tangan serta luka robek pada wajah yang diduga akibat sabetan parang.
Warga yang mengetahui kondisi korban langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas Pembantu Desa Hutatinggi.
Karena mengalami luka robek cukup lebar dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dievakuasi tim kesehatan dari Puskesmas Aekraja ke Rumah Sakit Umum Tarutung untuk mendapat perawatan intensif.
Baca Juga: Musik Tradisional Dibidik Jadi Magnet Baru Pariwisata Danau Toba
Rumah Terduga Pelaku Diamuk Massa
Situasi di perkampungan sempat memanas setelah kejadian. Massa diduga melampiaskan kemarahan dengan merusak rumah yang disebut milik P.M.
Polisi kemudian turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara.
KBO Reskrim Polres Tapanuli Utara, Ipda Harris Matondang, mengatakan pihak yang diduga sebagai pelaku telah menyerahkan diri kepada kepolisian.
“Pelaku sudah menyerahkan diri. Selanjutnya pelaku dan barang bukti parang sudah diamankan ke Polres Taput guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Harris.
Baca Juga: Viral karena Kikuk di Dapur, Denada Tambunan: Memang Nggak Bakat Masak
Tim Inafis Polres Tapanuli Utara juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lokasi kejadian dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Rumah yang mengalami kerusakan akibat amukan massa juga dipasangi police line guna menjaga lokasi tetap steril dan mengamankan kepentingan penyelidikan.
Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi
Di tengah situasi yang sempat memanas, Kasat Binmas Polres Taput AKP Harapan Sihombing mengimbau masyarakat di sekitar lokasi agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar konflik.
Ia meminta warga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.
Baca Juga: Napoli Sudah Unggul 2-0 tapi Lautaro Mengamuk di Menit Akhir, Inter Menang
“Masyarakat tetap tenang, serahkan dan percayakan seluruhnya kepada kepolisian untuk melakukan proses ini,” ujar Harapan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk pemicu pertengkaran, kronologi dugaan penyerangan, serta peran pihak-pihak yang terlibat.
Terduga pelaku dan barang bukti berupa parang telah diamankan di Polres Tapanuli Utara untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. (Net)
Editor : Editor Satu